Setelah berbincang dengan seorang rekan kemarin, aku sadar, semua ini terjadi memang pasti karena alasan. Sebuah atau pun banyak, minimal ada satu alasan yang melatar belakanginya.
Begitu juga denganmu.
Yang gak-bisa-dibilang itu termasuk sebuah alasan kan? Apapun itu, buatlah alasan itu sebagai alasan yang kuat untuk dipertahankan, jika itu memang sebuah kebenaran. Jadikanlah alasan itu, bisa dipertanggungjawabkan di hadapanNya kelak.
Apatah pula yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu baik-baik saja dan memendam rindu.
Teringat awal perjumpaan yang bukan sebuah kebetulan. Senyum ikhlas mu, kisah-kisahmu, semangat juangmu, menumbuhkan semangatku dan aku yakin yang lain juga. Lewatmu, Allah berikan bahagiaku, dan rindu ini membuncah usai percakapan singkat kemarin.
Izinkan aku mencintaimu, dengan alasan yang kuat itu karena Allah. Karena Allah akan mempertemukan orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Semoga kelak kita akan bertemu di surga. Tapi sebelumnya, aku ingin juga menemukanmu di dunia, di jalan juang yang tak pernah mudah, yang tak pernah memintamu untuk tidur walau sebentar (sebenarnya).
Kamu, aku rindu.
"Terasa atau tidak, disengaja atau tidak, orang-orang yang menunda pasti punya alasan.Entah hanya sebuah pembelaan, atau memang begitu adanya. Bagiku, statement itu ada diantara keduanya, pembelaan dan begitu adanya.
Begitu juga denganmu.
Yang gak-bisa-dibilang itu termasuk sebuah alasan kan? Apapun itu, buatlah alasan itu sebagai alasan yang kuat untuk dipertahankan, jika itu memang sebuah kebenaran. Jadikanlah alasan itu, bisa dipertanggungjawabkan di hadapanNya kelak.
Apatah pula yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu baik-baik saja dan memendam rindu.
Teringat awal perjumpaan yang bukan sebuah kebetulan. Senyum ikhlas mu, kisah-kisahmu, semangat juangmu, menumbuhkan semangatku dan aku yakin yang lain juga. Lewatmu, Allah berikan bahagiaku, dan rindu ini membuncah usai percakapan singkat kemarin.
Izinkan aku mencintaimu, dengan alasan yang kuat itu karena Allah. Karena Allah akan mempertemukan orang-orang yang saling mencintai karena Allah. Semoga kelak kita akan bertemu di surga. Tapi sebelumnya, aku ingin juga menemukanmu di dunia, di jalan juang yang tak pernah mudah, yang tak pernah memintamu untuk tidur walau sebentar (sebenarnya).
Kamu, aku rindu.
Komentar
Posting Komentar