Kamu Berjalan, Tidak Harus Selalu Sendirian

Mungkin sudah terlalu banyak pengalaman ku atas kehidupan ini. Hidupku kini mencapai kepala 2 minus 1 tahun. 19 tahun, aku pikir waktu yang cukup untuk aku bisa mendeskripsikan kehidupan ini.

Fana

Kalau disuruh deskripsi 1 kata tentang hidup ini, ya itu, fana. Yang abadi itu akhirat nanti, kawan.

Aku termasuk tipe orang yang individual kayanya. Semenjak kuliah, aku seperti bukan aku. Lagi-lagi, ketidak relaan atas kenyataan yang berkata bahwa aku, lagi, menahan mimpi aku, bahkan membuangnya jauh. Aku memilih sendiri. Sampai akhirnya, aku memilih berorganisasi, dengan landasan mencari secercah semangat untuk berdiri tegak disini. Tidak berhasil. Aku tetap memilih sendiri. Disamping memilih, aku pun merasa aku lebih nyaman sendiri.

Tidak percaya orang lain. 
Itu harus mulai tertanam semenjak kuliah. Awal, aku tidak percaya pepatah itu. Aku selalu berusaha mempercayai orang lain, jika aku ingin dipercaya orang lain. Tapi kemudian, satu per satu, Allah membuka mata aku untuk berusaha sendiri, usaha atas diri aku, tanpa aku mempercayakan sepenuhnya pada orang lain. Aku jahat? Oh tidak! Dunia ini yang kejam.

Independen

Seperti pemilu, aku kandidat independen. Aku tidak berasal dari partai besar, atau kecil sekalipun. Aku tidak perlu. Dukungan dari mereka yang kemudian akan menjatuhkan aku seiring dengan keburukan ku yang tidak mereka terima? Aku memilih berdiri sendiri........

Komentar