Topik ini lagi 'IN' lho di prodi aku. Gimana enggak, ketika isu kurikulum 2013 menyeruak yang isinya menyatakan bahwa (kurang lebih) mata pelajaran TIK ditiadakan di jenjang SMP dan SMA, menjadi terapan disetiap mata pelajaran, menandakan tidak diperlukan lagi guru TIK. Well, seenggak mau enggak maunya aku atas titel 'guru' tetep aja, gelar aku nanti adalah Sarjana Pendidikan, yang sahnya kami ini nanti menjadi tenaga pendidik. Bukan begitu bapak, ibu? Oke tenang, itu bukan pikiran berat kita. Biarkanlah bapak kaprodi yang pusing.
cukup itu aja tentang galau kurikulum 2013.
cukup itu aja tentang galau kurikulum 2013.
------------------------
Tadi pagi, mm tepatnya tengah malem. Liat TL twitter, *seeeet* ada yang lagi bahas tentang ajar-mengajar. Oke memang, ga ada yang salah dengan ajar-mengajar, sekalipun kamu bukan guru. Tapi kemudian, ketika kamu ingin masuk dunia persilatan ini, kamu perlu backing-an, kawan. Kalau kamu hanya mengandalkan ilmu, kamu atau mungkin aku, aku kalah. Aku kalah ilmunya jika dibandingkan dengan mereka yang ada di institut gajah duduk itu, aku kalah dengan mereka yang ada di yayasan tempat ayah aku bekerja. Dan apa yang bisa membuat aku menang? Ilmu aku atas pendidikan. Bahwa mengajar anak di bawah umur, berbeda caranya dengan mereka yang di atas umur. Dari nama saja sudah berbeda, pedagogik dan andragogik. Mungkin kamu tidak tahu akan hal itu? Aku tidak menyalahkannya.
Mungkin ga ada hal yang bisa dipetik dari postingan ini. Tapi satu hal, jadilah diri kamu sendiri. Itu aja. Sederhana.
Komentar
Posting Komentar