Ini bukan pertama kalinya jadi koordinator salah satu divisi lho! Tapi tetep aja selalu deg-degan. Selalu. Ah lebay! Tapi ini serius lho.
Pagi, 21 Februari 2013
Hari ini final LDG #dinamik8, 'all is well, all is well'. Aku sudah merancangnya sedemikian halus dari malam sebelumnya. Ikut briefing malam pula. It will be great, perfect!
Siang, 21 Februari 2013
Aku mengadakan briefing sama peserta, seperti apa baiknya mereka saat presentasi, materi presentasi, dan barangkali ada yang mau ditanyakan. Dengan manis aku sms satu persatu. Ah, it will be great, perfect!
Jreng, dimulai! Tetiba ada konsep berubah. Ohmey! Briefing udah beres, dan aku memutuskan untuk menemui para peserta satu persatu. Beruntung ada yang satu alumnus dengan ku, manis. Lalu aku peluk dia, 'aku deg-degan nih.' Ya bodo juga sih si ratih, lu ngapain -_-. Berlalu. Okay, it will be great, perfect!
15.40, 21 Februari 2013
Juri belum hadir! Doooh!! Mulai panik, udah ga inget lagi sama 'it will be great, perfect!' udah pelukin kantong aja, gak mau lepas.
15.55, 21 Februari 2013
Finally, dimulai. Sedikit pressure sana-sini. Lalu berderai. Damn damn! Ini yang aku gak mau! Aku udah mau buktiin ke anak depkom, keluarga aku, kalau aku udah gak pundungan lagi. Tapi gagal. Lari lah aku ke toilet untuk menutupi semuanya, dan berharap gak ada yang tau, cuma hendra sama Allah aja. Soalnya Hendra yang lagi disitu.
-----Final selesai.
Sebenernya, saat final, aku titip pesen ke kang Ade selaku mentri Depkominfo. 'Kang, aku ada PR buat akang. Sebelum aku demisioner, sebelum aku bener-bener berhenti, akang harus nyembuhin penyakit pundungan aku ya. Biar ada buktinya kalau aku ikut organisasi itu, aku udah gak pundungan'
Lalu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah, dan naiklah ke atas panggung dan selesai.
Sewaktu di atas panggung kang Redy sempet ngebisik 'Udah ga deg-degan lagi kan sekarang? Udahan ini atuh' Malu! Sampe digituin sama juri hieks.
Alhamdulillah.
Udah tenang seperti barusan, aku beranikan diri untuk melangkah dengan entengnya, ketemu orang-orang kece di Ilkom.Karena FYI, orang-orang ilkom itu kece, termasuk aku. Lalu ketemulah sama kang Aal. 'Eh ratih semangat ya!' 'Oke kang sip makasih'. Apa banget kang Aal tiba-tiba nyemangatin, dan lalu banyak yang nyemangatin juga.
Usut punya usut, ternyata cerita aku nangis udah tersebar. OHMY!!
Terlanjur malu, oke kalian ini. Kan kita keluarga. Itu aja sih.
Komentar
Posting Komentar