Adalah Johan, lelaki paling depan di postingan sebelumnya. Tinggi, sekarang badannya agak bohay, padat berisi, mukanya sipit gak jelas, takut kecoa.
Cukup deskripsi dia.
Anak baru di kelas 8 SMP aku waktu itu. Diam. Tidak seperti anak lelaki lainnya. Ya, namanya juga siswa baru. Seiring berjalannya waktu... Gak bisa diem. Seperti anak lelaki lainnya. Anak yang baik, peduli, peduli sama aku. ya, kan jo?
Johan adalah orang ke 2 yang ga pernah absen untuk aku telepon/menelepon setiap malamnya, setelah Dessy. Dan bukan hanya di kelas 8, bahkan sampai SMA. Dan mungkin sekarang, hanya jarang. Sesekali saja.
Ada asap karena ada api, aku bahas Johan karena 2 hari kebelakang Johan sukses membawa aku ke ruang nostalgia masa SMP itu.
Malam itu, galau ku tak bisa terbendung. Lalu ketemu lah akun twitter Johan yang lagi aktif, lalu ku aktifkan chat facebook ku. Oh ada Johan. AAAAAA FOR SURE AKU KANGEN BERAT BRO! Maka ceritalah aku bahwa aku sedang galau. Dan lalu Johan bilang, 'ih kamu kenapa? mau urang telepon atuh?'. Hey you gentle man! Iya, aku kangen dulu kalau ada apa-apa aku pasti telepon, kamu pasti telepon.
Sekarang kita so' sibuk ya.
Jangan males-males ya jo, sayang sama mama,
nanti kalau ketemu jangan lupa utang :p hahahahha
Cukup deskripsi dia.
Anak baru di kelas 8 SMP aku waktu itu. Diam. Tidak seperti anak lelaki lainnya. Ya, namanya juga siswa baru. Seiring berjalannya waktu... Gak bisa diem. Seperti anak lelaki lainnya. Anak yang baik, peduli, peduli sama aku. ya, kan jo?
Johan adalah orang ke 2 yang ga pernah absen untuk aku telepon/menelepon setiap malamnya, setelah Dessy. Dan bukan hanya di kelas 8, bahkan sampai SMA. Dan mungkin sekarang, hanya jarang. Sesekali saja.
Ada asap karena ada api, aku bahas Johan karena 2 hari kebelakang Johan sukses membawa aku ke ruang nostalgia masa SMP itu.
Malam itu, galau ku tak bisa terbendung. Lalu ketemu lah akun twitter Johan yang lagi aktif, lalu ku aktifkan chat facebook ku. Oh ada Johan. AAAAAA FOR SURE AKU KANGEN BERAT BRO! Maka ceritalah aku bahwa aku sedang galau. Dan lalu Johan bilang, 'ih kamu kenapa? mau urang telepon atuh?'. Hey you gentle man! Iya, aku kangen dulu kalau ada apa-apa aku pasti telepon, kamu pasti telepon.
Sekarang kita so' sibuk ya.
Jangan males-males ya jo, sayang sama mama,
nanti kalau ketemu jangan lupa utang :p hahahahha
Komentar
Posting Komentar