Sore itu, seusai kegiatan kuliah ku yang padat. Belajar, aslab, organisasi, jurnalis. Terlihat padat? Ah tentu saja ini menyenangkan. Juga lelah. Aku dikenal sebagai cewek penyendiri. Tapi perlu kalian ketahui, teman ku banyak lho! Coba tanya siapa yang gak kenal aku, rerata pada ngacung setengah, antara gak kenal dan takut kalau bilang gak kenal, karena aku maksa buat terkenal hahahahaha :)) gak lah. Aku bukan cewek penyendiri yang kutu buku. Bukan. Jauh dari itu, guys. Mungkin lebih kepada independen. Ya! Mandiri. Bisa kamu bayangkan, perjalanan ku dari rumah menuju kampus ini bisa memakan waktu 1 jam. Dan aku sendiri. Berdua, bersama motor kesayangan ku. Jarang bahkan mungkin tidak pernah diantar dengan teman ku yang lain. Ya memang tidak pernah kok nyatanya.
Sore itu lelah, ingin segera tiba di rumah, kamar, kasur, dan bantal. yawn! Menyegerakan lah aku pulang. Ditemani lagu-lagu dari album terbaru Maliq And d'Essential, Sriwedari, aku melaju perlahan. Angin berhembus beraturan beriringan menambah suara lembut menyapa. Ngantuk. Untuk kesekian kalinya, aku ngantuk. Oh, ini tidak akan berlangsung lama. Segera aku menepi dan merelakan 10 menit ku untuk tidur sejenak. Selepas 10 menit, aku melanjutkan perjalanan. Ku angkat standar motorku, aku nyalakan lampu sign ke kanan, dan motor ku melaju. Tetiba 'dug!'. Aduh, spion orang. Lagi, spion orang aku tabrak. Sambil meminta maaf malu, aku menunduk dan melaju agak cepat. Tapi mobil itu lebih cepat, dan memotong jalanku. Apa maunya orang ini. Oh bukan, segerombolan orang ini. Ku hentikan laju motorku.
Maka turunlah pengemudi mobil terrano hitam itu. Kami bertatapan. Mungkin untuk sekitar kurang lebih 15 menit, kami tidak mengeluarkan sepatah katapun. Lalu turun temannya yang lain. 'Bim, marahin! Hari ulang tahun lu dirusak gitu aja. Ini hari kudu sempurna, bray!' teriak lelaki bermuka blasteran. Tidak kami gubris. Kami tetap bertatapan tanpa berkata. Maka turunlah semua orang yang ada di mobil. Ditepuknya Bimo. Iya, Bimo. Lelaki yang mendatangiku, lelaki yang bertatapan dengan ku saat itu. 'Eh, sorry Fi, gue kira bukan lu!' Tersadar kami sudah bertatapan lama dan kami tersenyum. 'Guys, ini temen SD gue, namanya Fira.' Terus, kalau ini bukan gue, temen SD nya si Bimo, si Bimo mau ngapain? Jambak rambut gue macam genk nero? OH!
Aku hanya tersenyum pucat pasi.
'Ikut yuk, Fi. Hari ini aku mau makan-makan sama anak-anak.'
'Oh, gak deh, thanks. Lagi pingin banget sampe rumah cepet-cepet, Bim.'
'Mmmm, tapi kita udah lama gak ketemu.'
'Apa daya, ngantuk ini gak bisa dikalahin, segimanapun makanan yang kamu tawarin.'
'hahahahah, oke deh. Rumah masih yang dulu kan? Nanti aku mampir ya!'
'Oke sip, duluan yaa! Dan sorry spionnya'
'Oh, gak apa-apa kali. Daah!'
Perjalanan aku lanjutkan.
Dan lagu dihandphone ku mati, karena ada notifikasi sms masuk.
'+628*********' 'hay, aku harap kamu tetep jadi fans setia aku. Dan aku seneng bisa ketemu kamu lagi. Dan perlu kamu tau, sekarang aku yang bakal jadi fans kamu, Fi. Bimo'
FYI, Bimo adalah motivasi aku dari aku SD sampai SMA. Ngeliat dia seneng udah cukup luar biasa buat aku, hingga akhirnya aku lepas anganku bisa berdamping bersama menyaksikan matahari terbenam di hari yang hanya ada kami berdua. Selalu berdaya upaya untuk ada disampingnya apapun yang terjadi, dan make sure dia baik-baik aja, itu yang aku lakukan selama sewindu ini.
'Dia orang yang gak pernah hilang dalam kehidupan aku, tapi aku selalu menghilangkannya.' ---Status Facebook Bimo.
Sore itu lelah, ingin segera tiba di rumah, kamar, kasur, dan bantal. yawn! Menyegerakan lah aku pulang. Ditemani lagu-lagu dari album terbaru Maliq And d'Essential, Sriwedari, aku melaju perlahan. Angin berhembus beraturan beriringan menambah suara lembut menyapa. Ngantuk. Untuk kesekian kalinya, aku ngantuk. Oh, ini tidak akan berlangsung lama. Segera aku menepi dan merelakan 10 menit ku untuk tidur sejenak. Selepas 10 menit, aku melanjutkan perjalanan. Ku angkat standar motorku, aku nyalakan lampu sign ke kanan, dan motor ku melaju. Tetiba 'dug!'. Aduh, spion orang. Lagi, spion orang aku tabrak. Sambil meminta maaf malu, aku menunduk dan melaju agak cepat. Tapi mobil itu lebih cepat, dan memotong jalanku. Apa maunya orang ini. Oh bukan, segerombolan orang ini. Ku hentikan laju motorku.
Maka turunlah pengemudi mobil terrano hitam itu. Kami bertatapan. Mungkin untuk sekitar kurang lebih 15 menit, kami tidak mengeluarkan sepatah katapun. Lalu turun temannya yang lain. 'Bim, marahin! Hari ulang tahun lu dirusak gitu aja. Ini hari kudu sempurna, bray!' teriak lelaki bermuka blasteran. Tidak kami gubris. Kami tetap bertatapan tanpa berkata. Maka turunlah semua orang yang ada di mobil. Ditepuknya Bimo. Iya, Bimo. Lelaki yang mendatangiku, lelaki yang bertatapan dengan ku saat itu. 'Eh, sorry Fi, gue kira bukan lu!' Tersadar kami sudah bertatapan lama dan kami tersenyum. 'Guys, ini temen SD gue, namanya Fira.' Terus, kalau ini bukan gue, temen SD nya si Bimo, si Bimo mau ngapain? Jambak rambut gue macam genk nero? OH!
Aku hanya tersenyum pucat pasi.
'Ikut yuk, Fi. Hari ini aku mau makan-makan sama anak-anak.'
'Oh, gak deh, thanks. Lagi pingin banget sampe rumah cepet-cepet, Bim.'
'Mmmm, tapi kita udah lama gak ketemu.'
'Apa daya, ngantuk ini gak bisa dikalahin, segimanapun makanan yang kamu tawarin.'
'hahahahah, oke deh. Rumah masih yang dulu kan? Nanti aku mampir ya!'
'Oke sip, duluan yaa! Dan sorry spionnya'
'Oh, gak apa-apa kali. Daah!'
Perjalanan aku lanjutkan.
Dan lagu dihandphone ku mati, karena ada notifikasi sms masuk.
'+628*********' 'hay, aku harap kamu tetep jadi fans setia aku. Dan aku seneng bisa ketemu kamu lagi. Dan perlu kamu tau, sekarang aku yang bakal jadi fans kamu, Fi. Bimo'
FYI, Bimo adalah motivasi aku dari aku SD sampai SMA. Ngeliat dia seneng udah cukup luar biasa buat aku, hingga akhirnya aku lepas anganku bisa berdamping bersama menyaksikan matahari terbenam di hari yang hanya ada kami berdua. Selalu berdaya upaya untuk ada disampingnya apapun yang terjadi, dan make sure dia baik-baik aja, itu yang aku lakukan selama sewindu ini.
'Dia orang yang gak pernah hilang dalam kehidupan aku, tapi aku selalu menghilangkannya.' ---Status Facebook Bimo.
Komentar
Posting Komentar