Hujan, (lagi) Lagi-Lagi Aku Jatuh Cinta

Hujan memiliki peranan sendiri dalam setiap kisahku. Hujan tak pernah membiarkan kisahku berlarut dalam keheningan perjalananku. Seperti senin lalu, seperti rabu, seperti malam ini.
Titik-titik hujanmu membawa tempat singgah setiap kata yang aku curahkan. Hujan, kau penyetia.
Berlari pun aku kemana, kau tak pernah berlari. Diam pun, kau tak pernah diam. Maha Kuasa yang mencipatakanmu, hujan. Sungguh. Bahkan terkadang aku selalu menanti pelangi di malam hari. Tidak mungkin? Begitu pun segala kisahku. Aku dan kraridos. Tak mungkin, tapi selalu ku nanti.

Dingin yang kau tawarkan memberikan penyegaran. Lalu senyumku pun terkembang. Hujan, terimakasih.

Komentar