Pagi Ini, Sakit.

Dan aku duduk dengan merengkuh kaki untuk ku peluk. Oh, sebeginikah rasanya? Apa kau pikir aku  bahagia? Tidak. Menyakitimu adalah menyakitiku lebih dalam lagi. Apa aku tega? Tentu tidak. Lalu mengapa? Penasaran ini terlalu luarbiasa untuk aku relakan. Maaf.

Dan sekarang aku hanya bisa menangis. Menangis karena kamu menangis. Meminta untuk pergi dari ku, karena nyatanya aku tidak bisa menjagamu lebih baik seperti sebelumnya, dari sebelumnya.

Teruntukmu, maafkan aku. Tapi sekarang. Izinkan aku untuk tidur. Maka, jangan menyakitiku lebih dalam lagi....
perut.

Tertanda,
ratih lagi sakit perut.

Komentar