Tidak Lebih Baik. Maaf.

Yang dulu memang buruk, tapi ini tidak lebih baik.

Terdengar jahat memang, tapi begitulah adanya.
Keadaannya tidak banyak berubah. Masa sama seperti yang dulu. Dengan ijin yang limited. Tapi kemudian aku akan mencari berbagai macam cara agar ijin bisa aku dapatkan. Dengan berbagai macam cara, untuk yang dulu. Untuk yang sekarang? Tidak perlu aku memikirkan berbagai macam cara, ijin itu selalu ada. Ijin itu selalu ada, tidak pernah berkurang karena tidak aku gunakan. Sekalipun menjadi limited karena sudah aku gunakan untuk yang lain, tapi aku tidak pernah memikirkan berbagai macam cara lagi.

Ini hanya masalah kelayakan. Yang dulu, aku mati-matian untuk mendapatkan yang limited itu. Karena memang layak, itu pantas didapatkan dengan berbagai cara. Bukan hanya masalah pengalaman, tapi pelajaran hidup. Dan untuk yang sekarang, maaf aku tidak bisa. Sungguh, mungkin ini tidak layak untukku, bahkan aku pun memang tidak layak untuk itu.

Hidup itu tentang memberi dan menerima. Apalah artinya hidup jika hanya tentang memberi saja atau menerima saja atau bahkan tidak keduanya. Tidak ada irisan apapun yang membuatnya berkorelasi.

Maka dengan ringan aku berlenggang kaki. Aku tau aku telah disumpah. Lalu apa bedanya dengan ayah yang meminta anaknya solat tapi ayahnya sendiri tidak solat? Kasus ini tidak beda jauh.

dari lubuk hati yang paling dalam, aku masih menyimpan hati. Kecil memang, tapi akan aku biarkan ini tetap ada, terkecuali kalian yang memang benar-benar menghapusnya dari ku.

sekian dan terimakasih,
maaf.
ratihmerdu.

Komentar