Naik-naik Uang Kuliah Tinggi, Tinggi Sekali

Naik-naik uang kuliah tinggi, tinggi sekali

Pagi ini UPI dinyanyikan lagu 'Naik-naik Uang Kuliah Tinggi'. Hangat dan selalu hangat, berita UKT di UPI tak pernah surut. UKT adalah uang kuliah tunggal yang seharusnya dapat meringankan biaya kuliah, yang seharusnya menjadi standar yang baik, yang seharusnya adil bagi semua masyarakat, yang seharusnya semua masyarakat bisa merasakan hak nya, pendidikan dengan mudah.

Tolak ukur sebuah negara adalah pendidikan di dalamnya. Miris memang, bertitelkan 'Pendidikan' namun terkesan mempersulit pendidikan itu sendiri. Kemarin, 19 September 2013 adalah batas akhir penangguhan. Para maru yang menangguhkan harus membayar sejumlah uang yang teknisnya saja belum jelas. Tapi sangsinya jelas, sangsi pendidikan, bisa cuti paksa atau bahkan Drop Out.
Yang menjadi sorotan pada UKT yang baru pertama kali dilaksanakan pihak UPI ini adalah sistemnya. Data yang dijadikan patokan pembagian kelompok pembayaran adalah data online yang diisi oleh mahasiswa baru yang notabene nya berstatuskan siswa pada saat itu. Yang belum jadi mahasiswa, yang masih polos, yang selalu memiliki tekad 'Aku ingin kuliah di UPI'. Hanya melalui data online yang diisi satu kali tanpa pengertian lebih lanjut, uang kuliah kamu bisa mencapai 5 bahkan 9 juta rupiah per semester, kawan! Mengenaskan. Pendidikan, lho ini! Semoga diberi kemudahan. aamiin.

Seandainya UKT ini bisa berjalan dengan baik, ini bakal keren lho! Maksudnya ya, adil. Ketika kalian yang bawa mobil ke kampus bayar bahkan sampai 9 juta, dan bagi mereka yang ke kampus aja masih harus jual ini itu bisa bayar 1juta, kan bisa saling tutup menutupi, saling bantu. Dan pendidikan bisa dirasakan siapa saja.

Aksi yang digelar oleh Kemendagri BEM REMA UPI pagi ini berujung pada dialog perwakilan dari maru dengan PR 3. Sayang, kita tidak bertemu dengan para petinggi yang khusus bergerak di bidang ini. Semoga PR 3 bisa membantu masalah adik-adik yang memiliki cita-cita mulia, demi pendidikan Indonesia.

Temen-temen, ini bukan masalah kemampuan kalian membayar, bukan masalah 'aku mah da gak susah', ini masalah hati, masalah peduli, masalah kritis. Minimal memberikan dukungan moril, bahwa mereka gak sendiri. Aksi memang bukan satu-satunya cara untuk membantu, tapi itu salah satu cara dakwah lho! Asal, aksinya gak berontak. Tapi ya, semoga doa mah gak berhenti buat kita semua ya, guys.

Sukses buat pendidikan di Indonesia. Semoga semua yang bergelut di dalamnya selalu dalam ridha Allah. aamiin.

with love and respect,
Ratih Handayani

Komentar