Orang Beruntung ke 2 Setelah Aku

Alhamdulillah, setelah sekian lama gak keliatan, akhirnya bisa menemukan sebagian dari dirinya.

Adalah dia, orang paling beruntung ke 2 di dunia setelah aku.
Orangnya ganteng? Gak tau atuh, aku belum pernah liat mukanya secara jelas. Soleh? Mungkin. Pinter? Aku pikir semua orang itu pinter di berbagai bidang yang berbeda.

Adalah dia, mari kita panggil dia Firman.
Ketemu di semester ganjil tingkat 2. Entahlah, mungkin Firman ini dede tingkat karena itu adalah hari pertama aku lihat Firman. Bersama teman-temannya, Firman masuk mobil. Aku menatapnya dari kejauhan, di depan perpustakaan. Mereka seperti sedang membicarakan hal yang asyik, dan perpisahan pun terjadi.
Hari berikutnya begitu lagi. Bersama teman-temannya, Firman masuk mobil. Aku menatapnya dari kejauhan, di depan perpustakaan. Tak ada gurat kesedihan, perpisahan itu pasti dipertemukan lagi.

Adalah dia, yang sebagian dirinya aku temukan pagi ini. Tetap di depan perpustakaan kampus, kursi rodanya berada disitu, di depan mobil yang membawa Firman ke kampus, dan teman-temannya, aku melihat Firman bersama teman-temannya. Teman-teman yang tidak ragu pergi bersamanya sekalipun dengan kursi roda. Kalau begitu ini sudah hampir setahun berlalu, dan mereka masih bersama. Firman, kau beruntung. Tapi aku tetap lebih beruntung dari mu, kamu tetap nomor 2 setelah aku di dunia ini Firman. Alhamdulillah.

Firman, lelaki yang aku tidak tau siapa namanya. Sempurna. Firman sempurna dengan kekurangannya.
Teman-teman yang tidak pernah meninggalkannya, orang tua yang begitu peduli terhadapnya, dan semoga Firman tidak luput dari kasih sayang Allah.

Semoga suatu hari aku bisa meminta secarik cerita mu diselembar kertas, Firman. Atau rekaman untaian katamu untuk kehidupanku.
Salam semangat dari kejauhan di depan perpustakaan,
ratih :)

Komentar