Dear Dede

Well hei, dede-ketemu-gede yang lagi gak mau ngomong sama aku. Cape ya? Iya, mungkin ini fasenya kamu cape. Tapi tau gak, hidup ini cuma ada 3 hal. Begin-End, if-conditions, dan Looping. Inget Algoritma Pemrograman ya? Ya emang gitu. Begitu pula di fase ini. Ini ada kondisi kamu cape. Kamu bisa pilih keluar dari fase kamu ini, yang artinya ini gak tuntas tapi selesai, atau kamu bisa pilih diem sebentar, lalu kamu jalan lagi. Apapun yang terjadi, yang penting tuntas dan selesai.

Hari ini aku juga ngerasain kejanggalan luar biasa. Mungkin dalam bahasa sehari-hari aku dan kamu, kita sebut ini sial. Kesalahan tanpa akhir, dari pagi hingga siang hari. Dari lampu mati sampai banjir. Dari bete sampai UAS cepet-cepet selesai. Aku rasa aku adalah orang yang paling worst hari ini, saat ini, detik ini. Gak ada orang yang lebih tolol dari aku di hari ini. Lalu aku harus ngapain? Pergi? Ngebiarin lampu mati, ngebiarin banjir nya gak beres dan gak ada yang selesai. Enggak. Ini harus tuntas. Lalu aku UAS dalam keadaan banjir? Aku beresin UAS secepat mungkin lalu aku beresin yang banjir. Aku cape. Cape banget. Ngepel, cangkeul, tapi da ya gimana lagi. Tanggung jawab aku. Lepas dari ini salah aku atau bukan, ini tetep tanggung jawab aku. Aku gak lari, de. Tuntas? Belum. Aku harus tau itu kenapa bisa banjir, dan hingga detik ini jawaban itu belum ketemu. Lalu kamu pikir aku bisa tidur? Enggak, aku gak bisa tidur.
Lampu. Untuk masalah lampu aku beli baru juga itu selesai.
Aku paling sial hari ini, gak ada orang lain sesial aku hari ini. Begitukah juga yang kamu pikirkan de? Enggak, de. Aku beruntung. Aku paling beruntung hari ini. Banjir, banjir itu kalau bukan abang-ketemu-gede yang kasih tau, aku gak akan tau. Abang itu peduli sama aku. Lampu, begitu juga lampu itu.
Masih berpikir kamu paling buruk di dunia ini? Masih berpikir ketika kamu gak ada semua akan baik-baik saja? Masih berpikir semua orang sangat menyalahkan mu? Masih berpikir kamu cape? Pasti masih.

Tenang saja, aku tidak akan memaksamu berpikir mengingat terlalu lama dan dalam. Pun aku juga lelah mengingatkanmu. Ini semua masalah hati de. Antara mau atau enggak.
Yang tau jawabannya? Ya cuma kamu.
Aku cuma mau kamu tau kalau aku sayang sama kamu, kalian. Coba renungkan.

Komentar