Jatuh cintalah. Sejatuh cinta pada hari ini menuju senja di pelataran perpustakaan dengan suara Adhitia Sofyan dan seteguk Frestea. Rindu. Rindu memasukan "Ke perpus" ke dalam list kesibukan sehari-hari. Lalu pejamkan mata. Beruntunglah saat aku membukanya. Karena bukan kamu yang aku lihat pertama kali. Iya, bukan kamu lagi. Bukan kamu lagi yang seperti biasanya menemani ku kemanapun aku pergi. Bukan kamu lagi yang kemudian jadi muara pertama saat aku punya sebuah cerita atau berita. Bukan kamu sayang, bukan.
Kamu sudah jauh berlayar ke negeri seberang sana, dan aku masih disini-sini saja, masih begini-begini saja. Masih menantikanmu? Apa kau berharap aku begitu? Terbersit pun tak pernah, sepertinya.
Baiklah, kau tidak akan menghancurkan rindu yang sedang bermuara ini.
Terimakasih Allah, angin, daun, semut, dan semua yang menyertai perginya rindu dan bertambahnya cinta.
Kamu sudah jauh berlayar ke negeri seberang sana, dan aku masih disini-sini saja, masih begini-begini saja. Masih menantikanmu? Apa kau berharap aku begitu? Terbersit pun tak pernah, sepertinya.
Baiklah, kau tidak akan menghancurkan rindu yang sedang bermuara ini.
Terimakasih Allah, angin, daun, semut, dan semua yang menyertai perginya rindu dan bertambahnya cinta.
Komentar
Posting Komentar