Gak pernah separno ini sama eskrim. Ditunggu tiap waktu, diminta tiap jeda, diharap tiap ratap. Oh eskrim.
Gak pernah nolak senolak nolaknya kalau dikasih eskrim. Malah seringnya minta. Oh eskrim.
Maka Tuhan menguji setiap hamba-Nya yang sudah meng-apply jati diri. Jati diri sebagai "pecinta eskrim".
Satu hari yang enggak pernah jadi dambaan, yang enggak pernah jadi mimpi terindah, tapi karena kejadian di dunia nyata, kalau boleh, aku bilang ini surga dunia. Hadirlah satu hari pertemuan aku dengan "greener-freezer" salah satu merk eskrim ternama di Indonesia. Jeng jeng. Pertemuan ya, lalu kenalan, lalu yang aku tau kita jatuh cinta. 3 hari bareng-bareng bukan sesuatu yang sederhana. Dari pagi bahkan sampai malam. Hai, kamu.
Apa yang akan kamu lakukan jika si cinta mu ada dihadapan? Hehe aku sih mengagumi mu lebih dekat aja. Dompet minta aku gak banyak aksi. Just stay dan senyum-senyum aja "ih manis", kataku.
Memang jodoh, lalu datang lah kakak-kakak itu, entah ini rejeki atau petaka, mereka membiarkan aku mengambil eskrim kesukaan ku, gratis, free, halal, bung! Wink~ Dengan senang hati sayang, dengan senang hati. Dengan senang hati melupakan kalau perut ini belum diisi, dengan senang hati melupakan kalau badan lagi gak fit, dengan senang hati melupakan kalau pikiran lagi banyak beban. Aku lahap yaa!!
FREEZING FREEZING!! MY BRAIN, HELP!
Melambaikan tangan terasa berat, hati tak bisa mengelak, badan lebih mencintai hati daripada eskrim. Meski mungkin kecintaan hati pada eskrim lebih dahsyat dari kecintaan badan pada hati, tapi badan ini tulus. Bersama dalam satu sistem menciptakan kecintaan yang terikat tanpa dimau, tanpa diminta. Asal ikhlas.
Badan meradang. Demam tinggi. Pada akhirnya terucaplah janji untuk enggak pegang eskrim selama beberapa waktu, sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan. Tarik napas dan...kasur :")
Ternyata memang iya, jangan menyukai sesuatu secara berlebihan kareba bisa jadi itu tidak baik untukmu.

Komentar
Posting Komentar