Menginjak bulan Februari, rasanya hampir tak ingin tidur. Semenjak berstatus sebagai mahasiswa disalah satu Universitas negeri di Bandung, Februari ku tak pernah biasa saja. Selalu bergemuruh dalam hati. Selalu dinanti setiap kabar baru setiap hari. Selalu, selalu berharap yang terbaik yang akan terjadi.
Adalah DINAMIK, Dies Natalis Mahasiswa Ilmu Komputer merupakan perhelatan besar Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer dan Ilmu Komputer FPMIPA UPI, Bandung yang dulu sempat memiliki nama Ilkom Expo.
Menginjak tahun ke tiga aku menyandang status mahasiswa, itu artinya kalini adalah DINAMIK ke tiga pula yang aku lewati, dan selalu, selalu berstatuskan panitia.
Adalah DINAMIK juga yang merupakan wadah pertama aku sebagai panitia di dalam kehidupan aku berorganisasi. Iya, pertama kalinya. Bisa kau bayangkan, betapa gugupnya aku menghadapi hari demi hari menuju DINAMIK7 dari awal pengisian form pendaftaran panitia hingga hari H DINAMIK7. Boleh kah aku membagi kisah DINAMIK-DINAMIK ku padamu? Semoga kau berkenan.
Tingkat satu bukan hal yang mudah untuk aku lalui. Peralihan dari masa SMA ku yang luar biasa meriah, masuk ke masa kuliah ku yang, yang yaa tidak bisa dijelaskan begitu saja. Kompleksitas yang terjadi di dunia kuliah ini tidak seindah bunga mawar memang, dan aku tidak mungkin tetap menjadi siswa putih-abu bukan? Aku haru #moveON. Baiklah. Tiba sekitar kalau tidak salah bulan Desember, mahasiswa tingkat baru diperbolehkan untuk menjadi panitia diperhelatan besar Prodi ini. Boleh? Adalah pertama kalinya aku mengikuti acara demikian. Baiklah, aku ambil posisi di acara. Hati sempat menciut ketika angin berkata 'acara besar, panitia acara itu luarbiasa'. Kadal dalam otakku sedang asyik bermain dan tak ingin pergi dari singgasananya, yang mungkin seharusnya termotivasi, aku malah sebaliknya. Datanglah rapat besar pertamaku. Iya aku, panitia acara DINAMIK7. "Duduk per divisi ya". Apa? Divisi? Ini gila, kau datang dari planet mana? Otak ini terlalu rendah untuk menangkap apa yang baru saja dilontarkan. Semua rapat-mendekat masing-masing divisi. Aku? Masih disini, masih di posisi semula tanpa pergerakan berarti. Aku menikmati. Handphone ku yang menggantung pun bergetar. Ternyata koor sub-acara Lomba Desain Grafis, yang artinya aku merupakan panitia di acara LDG, di divisi acara sub-acara LDG. Anshar Abdullah, 2010. Pengalaman berharga dimulai. Ini bukan hanya tentang bekerja, tapi tentang sikap, peka, intelektual, dan hal-hal yang mungkin kau pikir bukan merupakan aspek-aspek keberadaan kamu disini.. Keren. Sebagai yang paling muda diantara kami bertiga, Kang Anshar, Kang Ferdi, Teh Dian, aku merasa hangat. Bahkan Alhamdulillah hingga sekarang, hubungan kami baik-baik saja. Bagian dari mereka merupakan bukti bahwa Tuhan Maha Romantis. Sungguh. DINAMIK7 tidak hanya tentang kami, tentang kang Anshar, kang Ferdi, dan teh Dian saja. DINAMIK7 tentang kita semua. Tentang cerita yang terukir di dalamnya, tentang pertemuan-pertemuan kecil tak terduga, tentang perjuangan kebahagian, tentang keberbagian tak ternilai, tentang rasa memiliki tanpa tapi, bahkan katanya tentang cinta yang tumbuh tanpa dipupuk atau disiram. DINAMIK7 menjadi keluarga besar pertama kepanitiaan yang aku punya. Terimakasih.
Lalu DINAMIK8. Bersamaan dengan naiknya angka 7 menjadi 8, naik pula dari staf menjadi koor di sub-acara LDG. Juga sebuah bukti bahwa Tuhan Maha Romantis, aku dikaruniai staf yang luar biasa, Hendra, Fahmi Unyil, Ine, Sari, Trisya, Husna, dan koor yang luar biasa juga, kang Ade.
Menyematkan status "koordinator" di nametag adalah bukan kali pertama yang terjadi, tapi selalu ada kejutan disetiap status "koordinator" yang tersemat. Merancang semuanya dari awal, tema, jobdesc, anggaran, logistik, juri, hadiah, ide-ide brilian, semangat-semangat menyegarkan, kata-kata manis untuk para peserta, hal-hal sepele namun berarti, hal-hal penting yang tak boleh terlewat. Semua. Cerita tentang pengalaman koordinator sub-acara LDG (final) bisa dilihat di sini. Terimakasih. Dan memang, DINAMIK selalu punya kisah. Apa saja. tentang pertemuan-pertemuan kecil tak terduga, tentang perjuangan kebahagian, tentang keberbagian tak ternilai, tentang rasa memiliki tanpa tapi, bahkan katanya tentang cinta yang tumbuh tanpa dipupuk atau disiram. Iya, pertemuan-pertemuan kecil tak terduga.
Lalu, bagaimana denganmu, DINAMIK9 ku? Apa yang hendak kau ukir untukku, dan semua para pejuangmu? Ukiranmu, tergantung dari pahatanku, pahatan rekan-rekan pejuangmu. Saling membantu adalah kuncinya.
Terimakasih, memang benar Tuhan Maha Romantis, dan memang benar DINAMIK adalah momen, selalu punya kisah.
Adalah DINAMIK, Dies Natalis Mahasiswa Ilmu Komputer merupakan perhelatan besar Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer dan Ilmu Komputer FPMIPA UPI, Bandung yang dulu sempat memiliki nama Ilkom Expo.
Menginjak tahun ke tiga aku menyandang status mahasiswa, itu artinya kalini adalah DINAMIK ke tiga pula yang aku lewati, dan selalu, selalu berstatuskan panitia.
Adalah DINAMIK juga yang merupakan wadah pertama aku sebagai panitia di dalam kehidupan aku berorganisasi. Iya, pertama kalinya. Bisa kau bayangkan, betapa gugupnya aku menghadapi hari demi hari menuju DINAMIK7 dari awal pengisian form pendaftaran panitia hingga hari H DINAMIK7. Boleh kah aku membagi kisah DINAMIK-DINAMIK ku padamu? Semoga kau berkenan.
Tingkat satu bukan hal yang mudah untuk aku lalui. Peralihan dari masa SMA ku yang luar biasa meriah, masuk ke masa kuliah ku yang, yang yaa tidak bisa dijelaskan begitu saja. Kompleksitas yang terjadi di dunia kuliah ini tidak seindah bunga mawar memang, dan aku tidak mungkin tetap menjadi siswa putih-abu bukan? Aku haru #moveON. Baiklah. Tiba sekitar kalau tidak salah bulan Desember, mahasiswa tingkat baru diperbolehkan untuk menjadi panitia diperhelatan besar Prodi ini. Boleh? Adalah pertama kalinya aku mengikuti acara demikian. Baiklah, aku ambil posisi di acara. Hati sempat menciut ketika angin berkata 'acara besar, panitia acara itu luarbiasa'. Kadal dalam otakku sedang asyik bermain dan tak ingin pergi dari singgasananya, yang mungkin seharusnya termotivasi, aku malah sebaliknya. Datanglah rapat besar pertamaku. Iya aku, panitia acara DINAMIK7. "Duduk per divisi ya". Apa? Divisi? Ini gila, kau datang dari planet mana? Otak ini terlalu rendah untuk menangkap apa yang baru saja dilontarkan. Semua rapat-mendekat masing-masing divisi. Aku? Masih disini, masih di posisi semula tanpa pergerakan berarti. Aku menikmati. Handphone ku yang menggantung pun bergetar. Ternyata koor sub-acara Lomba Desain Grafis, yang artinya aku merupakan panitia di acara LDG, di divisi acara sub-acara LDG. Anshar Abdullah, 2010. Pengalaman berharga dimulai. Ini bukan hanya tentang bekerja, tapi tentang sikap, peka, intelektual, dan hal-hal yang mungkin kau pikir bukan merupakan aspek-aspek keberadaan kamu disini.. Keren. Sebagai yang paling muda diantara kami bertiga, Kang Anshar, Kang Ferdi, Teh Dian, aku merasa hangat. Bahkan Alhamdulillah hingga sekarang, hubungan kami baik-baik saja. Bagian dari mereka merupakan bukti bahwa Tuhan Maha Romantis. Sungguh. DINAMIK7 tidak hanya tentang kami, tentang kang Anshar, kang Ferdi, dan teh Dian saja. DINAMIK7 tentang kita semua. Tentang cerita yang terukir di dalamnya, tentang pertemuan-pertemuan kecil tak terduga, tentang perjuangan kebahagian, tentang keberbagian tak ternilai, tentang rasa memiliki tanpa tapi, bahkan katanya tentang cinta yang tumbuh tanpa dipupuk atau disiram. DINAMIK7 menjadi keluarga besar pertama kepanitiaan yang aku punya. Terimakasih.
Lalu DINAMIK8. Bersamaan dengan naiknya angka 7 menjadi 8, naik pula dari staf menjadi koor di sub-acara LDG. Juga sebuah bukti bahwa Tuhan Maha Romantis, aku dikaruniai staf yang luar biasa, Hendra, Fahmi Unyil, Ine, Sari, Trisya, Husna, dan koor yang luar biasa juga, kang Ade.
Menyematkan status "koordinator" di nametag adalah bukan kali pertama yang terjadi, tapi selalu ada kejutan disetiap status "koordinator" yang tersemat. Merancang semuanya dari awal, tema, jobdesc, anggaran, logistik, juri, hadiah, ide-ide brilian, semangat-semangat menyegarkan, kata-kata manis untuk para peserta, hal-hal sepele namun berarti, hal-hal penting yang tak boleh terlewat. Semua. Cerita tentang pengalaman koordinator sub-acara LDG (final) bisa dilihat di sini. Terimakasih. Dan memang, DINAMIK selalu punya kisah. Apa saja. tentang pertemuan-pertemuan kecil tak terduga, tentang perjuangan kebahagian, tentang keberbagian tak ternilai, tentang rasa memiliki tanpa tapi, bahkan katanya tentang cinta yang tumbuh tanpa dipupuk atau disiram. Iya, pertemuan-pertemuan kecil tak terduga.
Lalu, bagaimana denganmu, DINAMIK9 ku? Apa yang hendak kau ukir untukku, dan semua para pejuangmu? Ukiranmu, tergantung dari pahatanku, pahatan rekan-rekan pejuangmu. Saling membantu adalah kuncinya.
Terimakasih, memang benar Tuhan Maha Romantis, dan memang benar DINAMIK adalah momen, selalu punya kisah.
Komentar
Posting Komentar