A: roti bakar stroberi cokelat nya satu ya
B: kerja disini?
A: enggg *geleng*
B: TNI?
A: eng eng *geleng* tadi abis anterin ibu
B: Mahasiswa?
A: iya
B: masih kuliah? cita-citanya jadi apa?
A: ya? cita-cita?
B: jadi dokter ya?
A: mmm, bukan. Menteri pendidikan hehe.
B: waw.
Ku ambil roti bakar yang baru saja ku pesan. Ku taruh di dashboard motorku, lalu aku melaju. Ah, lucu. Apa? Aku ditanya cita-cita? Aku mengulang percakapan sederhana itu berkali-kali. Hampir terharu. Lebih ke kenapa harus nanya cita-cita sama aku, apa karena aku mahasiswa dan beliau menggantungkan harapan ke mahasiswa yang ia biayai juga dari pajak yang ia bayar? Aku tertampar.
InsyaAllah gak akan ngecewain. Ratih, Semangat tih!
Innallaha ma'ana.
B: kerja disini?
A: enggg *geleng*
B: TNI?
A: eng eng *geleng* tadi abis anterin ibu
B: Mahasiswa?
A: iya
B: masih kuliah? cita-citanya jadi apa?
A: ya? cita-cita?
B: jadi dokter ya?
A: mmm, bukan. Menteri pendidikan hehe.
B: waw.
Ku ambil roti bakar yang baru saja ku pesan. Ku taruh di dashboard motorku, lalu aku melaju. Ah, lucu. Apa? Aku ditanya cita-cita? Aku mengulang percakapan sederhana itu berkali-kali. Hampir terharu. Lebih ke kenapa harus nanya cita-cita sama aku, apa karena aku mahasiswa dan beliau menggantungkan harapan ke mahasiswa yang ia biayai juga dari pajak yang ia bayar? Aku tertampar.
InsyaAllah gak akan ngecewain. Ratih, Semangat tih!
Innallaha ma'ana.
Komentar
Posting Komentar