Sekuat apapun aku bilang aku kuat, pada akhirnya aku perlu bahu untuk disandari. Hari itu aku menyendiri, berharap kegelisahan pergi tanpa permisi diganti semangat diri. Tak terjadi.
Kalian datang dan semuanya pecah. Peluk-hangat-senyum-manis-semangat-membara kalian membuat 'kran-air-mata' ku terbuka agak besar. Pecah sepecah pecahnya. Runtuh sudah pertahanan kekuatan ku yang aku bangun hampir satu bulan ini.
Pada akhirnya, memang menggatungkan harapan hanya padaNya, manusia tempatnya kecewa. Mohon ampun jangan sampai lupa. Teruntuk hati, jangan merasa cukup. Terus berlari, mencari, untuk ibu pertiwi. Kau bilang menteri pendidikan, meninggalkan satu tugas saja kau asik-asikan? Ah.
Komentar
Posting Komentar