Acap kali manusia bicara cinta, seolah dialah yang hidup saat itu jua, seolah dia yang paling tau atas segala tanda. Padahal siapa sangka, perjalanan tak selalu seiya sekata dengan cita-cita. Mungkin berliku, bisa jadi buntu.
Buku ini mengingatkan aku atas keberpijakan ku di bumi, atas kejunjungan ku ke langit, yang memang aku bukanlah apa-apa. Aku hanya si perencana dengan ekspektasi tinggi luar biasa, dan akhirnya takdir yang Allah beri lebih tinggi dan lebih luar biasa. Mengharap pada-Nya memang tak akan mengecewakan, malahan yang terbaik. Membawa Allah selalu dalam segala urusan. Allah memang sebaik-baiknya tempat mengadu.
Seperti yang tercantum dalam buku, hidup ini perihal memperjuangkan atau mengikhlaskan. Lalu berdoalah, minta diberi kekuatan saat memperjuangkan dan saat menerima untuk mengikhlaskan. Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Tapi tidak ada yang sia-sia di dunia ini, apalagi jiga niatnya sudah lillah, begitu kan?
Akhir kata, Barakallahu laka wabaaraka'alaika wajama'a bainakumaa fii khair bang Azhar dan mba Vidia. Kisahnya indah, sungguh. Lagi, doa ku disetiap sosial media yang menuju kepada kalian, "Sampai jumpa di Bandung, sampai jumpa di Lampu Djalan", pun jika aku harus membaca interpretasi puisi 'Hujan Bulan Juni', semoga itu miliknya. :)
Selamat, yang jalannya telah luruh, yang rindunya telah disulam menjadi temu.
Buku ini mengingatkan aku atas keberpijakan ku di bumi, atas kejunjungan ku ke langit, yang memang aku bukanlah apa-apa. Aku hanya si perencana dengan ekspektasi tinggi luar biasa, dan akhirnya takdir yang Allah beri lebih tinggi dan lebih luar biasa. Mengharap pada-Nya memang tak akan mengecewakan, malahan yang terbaik. Membawa Allah selalu dalam segala urusan. Allah memang sebaik-baiknya tempat mengadu.
Seperti yang tercantum dalam buku, hidup ini perihal memperjuangkan atau mengikhlaskan. Lalu berdoalah, minta diberi kekuatan saat memperjuangkan dan saat menerima untuk mengikhlaskan. Apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut Allah. Tapi tidak ada yang sia-sia di dunia ini, apalagi jiga niatnya sudah lillah, begitu kan?
Akhir kata, Barakallahu laka wabaaraka'alaika wajama'a bainakumaa fii khair bang Azhar dan mba Vidia. Kisahnya indah, sungguh. Lagi, doa ku disetiap sosial media yang menuju kepada kalian, "Sampai jumpa di Bandung, sampai jumpa di Lampu Djalan", pun jika aku harus membaca interpretasi puisi 'Hujan Bulan Juni', semoga itu miliknya. :)
Selamat, yang jalannya telah luruh, yang rindunya telah disulam menjadi temu.
(Sumber: Koleksi pribadi)
(Sumber: Koleksi pribadi)


Komentar
Posting Komentar