Pertama kalinya manggil diri sendiri teteh di sms ke dede-dede.
Gak pernah meng-teteh-teteh-kan diri sendiri. Bukan so' muda, cuma emang gak enak aja. Berasa ada jarak jenjang yang jauh, padahal kan kita sama. Tapi, teteh-teteh mentor gak pernah enggak meng-teteh-teteh-kan dirinya sendiri. Entah kenapa.
Mm, mungkin aku yang belum siap untuk jadi seseorang yang bisa jadi tokoh buat mereka. Padahal nyatanya mereka butuh tokoh. Seperti aku, aku pun butuh tokoh. Jika bukan karena teh Anti, teh Syifa, teh Lani, teh Ulfi, teh Novi, teh Fani, dan Ijah tentunya, aku gak bakal kayak gini. Gak ada yang kebetulan, bahkan untuk sebuah pertemuan.
"Teteh gak bisa hadir de, nanti ada dari panitia yang gantiin, mohon doanya ya" kirim.
Baiklah, mungkin memang sudah saatnya untuk jadi teteh, yang kemudian jadi ibu, dan jadi mama, hihihi. Nigeleh. No more dede, ya de. Kecuali di depan ibu, ayah, teteh, dan orang ganteng ke-3 ku kelak.
No more lenyeh-lenyeh ke Endah yang notabene nya dede tingkat aku. hahaha, maapin ya mak.
Sakit ku kali ini, keterbaringan badan ku di kasur kali ini sesungguhnya memberikan semangat bangkit luar biasa. Meninggalkan pekanan bareng dede-dede 111, gak ikut LPJ bareng #GENIUS, dan lagi-lagi gak nyekre, lalu aku apa?
Teteh mu ini, belum siap apa-apa. Padahal, waktu tak bisa menunggu.
Juga mungkin kamu...
Gak pernah meng-teteh-teteh-kan diri sendiri. Bukan so' muda, cuma emang gak enak aja. Berasa ada jarak jenjang yang jauh, padahal kan kita sama. Tapi, teteh-teteh mentor gak pernah enggak meng-teteh-teteh-kan dirinya sendiri. Entah kenapa.
Mm, mungkin aku yang belum siap untuk jadi seseorang yang bisa jadi tokoh buat mereka. Padahal nyatanya mereka butuh tokoh. Seperti aku, aku pun butuh tokoh. Jika bukan karena teh Anti, teh Syifa, teh Lani, teh Ulfi, teh Novi, teh Fani, dan Ijah tentunya, aku gak bakal kayak gini. Gak ada yang kebetulan, bahkan untuk sebuah pertemuan.
"Teteh gak bisa hadir de, nanti ada dari panitia yang gantiin, mohon doanya ya" kirim.
Baiklah, mungkin memang sudah saatnya untuk jadi teteh, yang kemudian jadi ibu, dan jadi mama, hihihi. Nigeleh. No more dede, ya de. Kecuali di depan ibu, ayah, teteh, dan orang ganteng ke-3 ku kelak.
No more lenyeh-lenyeh ke Endah yang notabene nya dede tingkat aku. hahaha, maapin ya mak.
Sakit ku kali ini, keterbaringan badan ku di kasur kali ini sesungguhnya memberikan semangat bangkit luar biasa. Meninggalkan pekanan bareng dede-dede 111, gak ikut LPJ bareng #GENIUS, dan lagi-lagi gak nyekre, lalu aku apa?
Teteh mu ini, belum siap apa-apa. Padahal, waktu tak bisa menunggu.
Juga mungkin kamu...
Komentar
Posting Komentar