Baru aja beres Pesta Demokrasi pertama tahun ini, masih ada PEMILU presiden gaes~
Alhamdulillah, hari ini jadi bagian dari hal biasa dikalangan warga Indonesia, NYOBLOS. Selamat yang udah umur 21 dan nyoblos DPD, DPRD, DPR untuk pertama kalinya. Selamat deg-degan dengan hasil untuk 5 tahun ke depan. Selamat, selamat sakit hati liat kertas banyak banget dipake ini-itu.
Sakit hati?
Well oke, aku gak akan bahas tentang parpol, golput, atau bahkan tinta, bukan. Ini masalah PEMILU nya. Tetiba diminta flashback ke jaman semester 2 mata kuliah Bahasa Indonesia. Artikel ilmiah yang berbau ke Ilkom-an bertajuk PEMILU Touchscreen. Kurang lebih gambarnya kayak yg di bawah itu (dan itu tangan aku yg discan *serius*).
Kalau iya kita bisa pake sistem TouchScreen ini, kita bisa hemat lebih hemat sangat hemat dalam jangka waktu yang panjang. Sih kalau kata aku gitu. Paperless broh~
"Apa guna kita punya e-KTP kalau masih harus di data sebagai pemilih tetap?"
Kasian yang kayak bang Ello, pada akhirnya gak bisa nyoblos karena beliau anak rantau. Entah birokrasinya gimana, tapi mungkin kalau pake e-KTP lebih gampang, tinggal river data dari pusat, kan ketauan dia orang mana, dan kalau... ah udah lah, semoga bisa punya kesempatan buat realese sistem ini (itu juga kalau gak malas bikin hahaha)
"Kenapa jadi saksi lama banget, kan lebih gampang tinggal dihitung, simpan database, sorting, done"
Ya tih, seandainya semudah itu. Tapi ya, pikiran mahasiswa tingkat 1 masa itu emang semudah itu kok. Yang susah itu nyari proyekan berpenghasilan besar dan bisa tulap-tilep gitu ya? :"
Eh, aku keren?

Komentar
Posting Komentar