Dzuhur.

Hampir 3 tahun perjalanan pagi hari ku tertuju pada tempat ini, perjalanan pulang sore ku berasal dari tempat ini. Sama seperti perjalanan masa Sekolah Menengah ku, tapi yang ini spesial. Tak pakai telor, tapi ini spesial.
Perubahan yang kata orang-orang terlalu 'drastis' ini juga berawal dari tempat ini. Alhamdulillah. Jika bukan karenaNya, aku tak akan mencintai gedung ini. Allah menggerakan lingkungan untuk kemudian menggerakan hati untuk kemudian menjadi terikat dan jatuh cinta pada kebaikan yang semestinya ada pada dunia, dimanapun kita berada. Mata yang lelah ini juga karena tempat ini. Pemikiran yang lebih terstruktur dan banyak berucap syukur karena kita bukan apa-apa juga karena penyadaran dari tempat ini. Alhamdulillah.

Matahari menuju tempat tertingginya, membuat bayangan diri sendiri berada di bawah kaki, pukul 9 adalah saat matahari terik yang cahayanya bukan untuk anak bayi. Ibu-ibu telah kembali ke rumahnya untuk menidurkan si dede. Aku, aku sedang berusaha menuju tempat tertinggi disadar ku. Kuliah adalah salah satu anak tangga menuju tempat itu, mungkin. Pun kalau tidak, usaha yang aku lakukanlah yang mengantarkan aku kesana. InsyaAllah.
Satu jam berlalu, dan itu berarti aku sudah duduk di basecamp teknisi labum, ya di labum. Masih jam 10. Dan entah bagaimana ceritanya, handphone ku bergetar dan ketika aku lihat 12:12 Senin, 25 Mei. Hoalah, ketiduran? Udah adzan ya? Ambil wudhu dan lalu ke mushola. Aku tersenyum. Subhanallah.

Kalian tau, ada sesuatu yang menarik dari mushola ini, aku pikir ini yang menjadikan mushola gedung ini berbeda dengan mushola yang lain. Setiap ikhwan di gedung ini pasti pernah ngerasain jadi imam. Mushola ini gak pernah sepi. Karena setiap jam nya ada aja yang sholat, mungkin telat, atau baru beres kelas. Dan pasti ada yang jadi imam. Bahkan buat cewek juga, jam-jam dzuhur hari Jum'at pasti ada yang berjamaah, walau cuma berdua.
'Ada yang belum shalat? Bareng yuk!'
'yuk, jamaah ya. kamu jadi imamnya'
'iya'
Karena kebaikan yang tidak terorganisir itu akan hancur oleh kejahatan yang terorganisir. Terbiasalah untuk melakukan sesuatu bersama-sama, juga shalat. Bayangkan 27x lipat pahalanya dibanding shalat sendiri, apalagi kalau imamnya keren.

Ya begitulah, aku selalu suka shalat dzuhur disini.
Tapi aku lebih suka shalat dimanapun asal bersamamu, kamu yang mengingatkan aku padaNya...

Komentar