Adakah kasur bisa menerima rebahan tubuh yang berat dengan beban pikiran ini? Adakah sepoi angin mampu meniup air mata yang hampir jatuh menjadi tiada? Adakah hijaunya daun mampu menetralkan pandangan setelah memandangi layar lebih dari 8 jam? Adakah langit biru mampu bersanding dengan hati yang kelabu? Adakah kamu disini?
Ditengah hilir mudik pukul 16:00, sepasang sepatu tak berkawan tetap bertengger di tepian trotoar dekat lapang tenis. Dengan duka yang mendalam tapi tak beralasan, air mata hampir terumpah ruah. Beruntung matahari belum berganti, tak ada air hujan membersamai. Jika iya, celaka lah.
Mendaki tepian jalan disisian kota sebelah selatan, hati tak bertujuan akhirnya sadar akan kekosongan. Bertanya tentang peraduan. Akhirnya mati sendiri.
Komentar
Posting Komentar