Ngangkot

Hari ini rapat dan sampai malam dan gak boleh nginep dan jadi dijemput ayah dan jadi berangkat naik angkot. Hai mang angkot, hai penghuni angkot, hai uang ongkos, sudah lama tak bersua, eaaa~ Kapan terakhir naik angkot? Barusan.

Berangkat telat, dan akhirnya gak tenang. Minggu ini adalah minggu dengan hari-hari kejepit, seperti hari Rabu ini, Senin kemarin, bahkan Jumat depan. Liburnya sehari-sehari dan selang-seling, kayak shaum Daud. Macet. Padahal rapat jam 18, dan baru berangkat jam 17:20, kan apa-banget si ratih teh. Tapi yaa, apapun kita harus bersyukur, maka nikmatilah. Jatuh cinta. Sore tadi naik angkot dan rasanya 'akhirnya gak harus diklaksonin, gak harus cangkeul-bujur, cukup duduk dan kejar setoran ODOJ :))))'. Alhamdulillah. Asyik sekali, bisa liat sekeliling yang kadang cuma di lewat aja, sekarang jadi tau nama tokonya.
Dan seperti baru pertama kali naik angkot, rasanya ada sesuatu yang menyentuh hati. Jarang naik angkot di jam-jam peralihan kerja-pulang, tadi mang angkotnya bawa keluarganya, hiw manis sekali. Dede nya senyum, manis aaak!! Ketemu teteh di angkot dan senyumin aku, bisa pejemin mata tanpa takut nabrak dan itu nikmat sekali.
Pulangnya bareng ayah, (ini adalah bagian paling di-jatuh-cinta-i, kangen):
'Berangkat naik angkot enak ya, dede bisa baca-baca dulu'
'iya, makanya jangan pagi berangkatnya, shubuh'
*glek*
lalu abisin eskrim jatah konsumsi rapat.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Ngangkot:
Berperjalanan menggunakan kendaraan umum. Untuk mengurangi populasi motor yang semakin membludak, mengurangi penyumbangan polusi udara, mengurangi keegoisan dalam kesendirian karena naik motornya gak boncengan, memperluas silaturahmi, memperlancar jalan dakwah.

Sealau ada hikmah dibalik semuanya kan? Bersabarlah.

Komentar