(Sumber: Koleksi Pribadi)
Judul buku: Hidup dengan Hati Penuh Empati
Penulis: Abdul Aziz Sa'du
Tebal: 181 halaman
Seperti judulnya, buku ini memang banyak membahas tentang hati. Hati, yang kadang kita lupa keberadaannya, sering penyakit menerpanya dan kadang kita lupa. Yang banyak dikupas dalam buku ini adalah rendah hati, dibahas dibeberapa bab tentang rendah hati. Ya tentu saja, rendah hati. Kadang kita sombong, merasa diri paling segala, padahal ada Sang Maha, padahal kita ini hina.
Di setiap bab nya, buku ini selalu diawali dengan beberapa ayat dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan isi dari bab tersebut. Kadang kita baca Al-Qur'an gak baca sama artinya, dan dengan buku ini insyaAllah jadi tau arti dari ayat-ayat yang dicantumkan itu :D
Aku suka buku ini. Gak tebel, mini pula, dan bahasan tiap bab nya singkat. Meski ada beberapa kalimat yang diulang, tapi ya aku pikir itu untuk penekanan berlebih. Penekanan terkadang kita lupa karena sering melakukannya dan menjadikannya biasa. Kan makin jleb dan nampar kalau misalnya diulang-ulang, bikin kita makin mikir, gak cuma selewat aja.
Ada beberapa quote yang aku tandai dari buku ini, jika kalian meminjam buku ini dari aku, maka kalian akan menemukan keramaian warna sticky-notes disana hoho.
"...tanda orang yang rendah hati adalah disaat seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap rendah hatinya dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin mengikat pula takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahkah kedemawanan dan kemauannya untuk membantu sesama, Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posusunya maka semkakin dekat pula dia dengan manusa dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka."
Dan hehe, buku yang keren adalah buku yang 'nampar' dan orang yang keren adalah ketika 'ditampar' dia mikir dan berusaha untuk menjadikan 'tamparan' itu sebagai benteng pertahanan.
Wallahualam.

Komentar
Posting Komentar