Random~~

Setidaknya aku tau dengan siapa aku bagi momen-momen bahagia ku. Meski tidak untuk sedih ku. Terimakasih telah sudi hadir disebagian episode kehidupan yang entah kapan 'ending' nya. Perjalanan waktu tak perlu menjadi tolak ukur nilai keberadaanmu di hidupku, sungguh tak relevan. Maksudku, belum tentu. Seperti halnya evaluasi pada sistem pendidikan. Benarkah dia yang selalu mendapat nilai 100 bisa segala macam tes bahkan tes keterampilan? Aku pikir belum tentu. Bukan tidak, hanya saja belum tentu. Pun kalian, pun kami, pun kamu.

Aku tak tau apa yang akan terjadi ke depan, aku bukan Tuhan. Aku lupa tiap detik yang pernah diobrolkan saat aku masih dalam kandungan ibu. Maka lebih baik aku menikmati, memaknai setiap detik proses yang aku lewati. Tak menyalahkanmu jika kemudian aku jatuh, meskipun ternyata kau adalah tali peganganku. Mungkin genggamanku kurang erat, atau mungkin terlalu erat hingga menyebabkan tali itu putus. Sungguh, semua keterpurukanku adalah salahku. Aku yang kemudian berangan terlalu jauh, lupa pada pijakan, sehingga hanya langit biru yang terbayang. Lupa titian anak tangga yang harus dilalui satu persatu dan akhirnya aku tergelincir jatuh ke anak tangga pertama, bahkan terluka. Itu salahku juga. Kau tak perlu tau. Memang tak perlu tau.

Memastikan yang tak pasti. Ah kepastian...

Komentar