Sweetest.

Ujungnya, aku tidak bisa mengejarmu dari arah mata angin manapun. Kamu berlari terlalu cepat, dan seperti kamu tau, sejak aku SMA, lari adalah pertemuan yang paling aku hindari saat matapelajaran olah raga.
Kamu sudah tidak perlu lagi peduli tentang sepatu yang bolong karena kamu berlari terlalu sering, nyatanya masih banyak stok sepatu di rumah kamu. Kamu tidak perlu takut tentang asupan vitamin mu, kamu punya tim gizi yang baik. Aku? Hehe, jauh dari itu.

Kadang aku minder, dan kenapa Tuhan mempersatukan kita, lebih tepatnya membuat aku tak bisa melepasmu dari segala kecemburuanku. Siapa yang tau maksud Tuhan? Yang jelas Tuhan tau yang terbaik. Allah tau yang terbaik bagi hambaNya. Buat aku, dan buat kamu.
Pun aku gak baik buat kamu, tapi kamu yang terbaik buat aku. Hampir 3 tahun bareng, dan gak akan pernah ada kata penyesalan, sekalipun menggerutu, tapi sungguh itu hanya nafsu. Aku rindu kamu yang 'mencambuk'ku, kita yang berlomba-lomba dalam segala kompetisi, dan kamu yang selalu jadi juara. Aku rindu kita yang sama-sama di satu kelompok bernama 'deadliner' dan semuanya baik-baik saja. Aku rindu.

Entah ini tulisan ke berapa, dan aku yakin kamu gak pernah baca. But it's ok, that's why i love you. Biar Allah yang jawab semuanya, biar Allah yang bales semuanya. Kamu mungkin berlebih buat aku, tapi sederhana saja, aku mencintaimu karenaNya. Semua yang kamu kasih, pengalaman, pelajaran, sampe punishment, apapun... Thanks.

Much time that we spend together, and it's sweet. Sweetest.

Semoga Allah mencintai kamu lebih dari aku mencintai kamu.

Your teteh-dede-centil-pecicilan-galau,
ratih.

Komentar