Tak Kunjung Berakhir

Pada akhirnya sampai pula di titik jenuh. Di titik tidak adanya lagi reaksi yang akan terjadi ketika 2 cairan dicampurkan. Di saat ketika merasa tak akan ada perubahan. Tapi seharusnya kita tidak menyerah. Karena kehidupan ini dinamis, bukan begitu?
Tapi kemudian, aku sedang merasakan kejenuhan. Jenuh atas kerinduan yang tak henti melanda ketika tiba di hari Sabtu dan Minggu. Sudah hampir 1 bulan bahkan lebih, Sabtu Minggu ku di Setiabudhi. Tak masalah bagi Minggu, karena toh aku bertemu para semangat juang ku, dede-dede. Tapi Sabtu? Sungguh, aku rindu Al-Fajr, aku rindu sekre, aku rindu sore ku yang larut bersama eskrim di dalamnya. Aku rindu.

Dan ini, tak kunjung berakhir...

Komentar