Lagi, sepertinya masgun tuh lagi ceritain aku banget yah hahahaha. Sudah baca tulisan masgun bertitel "Tunggu"?
Sejak Minggu, keberadaanku seperti tidak perlu. Dalam bahasaku ku sebut ini dongkol. Yaa dongkol aja. Balik lagi ke Setiabudhi dari Lembong cuma buat pelantikan tapi gak jadi, berangkat pagi dengan berat untuk masuk matkul yang jatahnya udah abis tapi gak ada kelas, berangkat dengan nyetrika dulu jaster buat observasi ternyata ditolak, dan berangkat lagi untuk observasi tapi suratnya salah. Kan lucu. Selama 4 hari sampai detik sebelum baca tulisan "Tunggu" nya masgun aku mengutuk semuanya, terkecuali keberadaanku. "Eh aku udah susah susah lho, macet, hujan, sakit, ngantuk, eh dongkol~" Tentang bimbingan? Ah sudahlah, aku sudah mulai terbiasa.
Lalu bacalah tulisan masgun. Dan tertegun. Mm, mungkin ketika mereka ada, kemudian aku yang tak ada, mungkin penantian mereka lebih panjang daripada 4hari kedongkolanku. Hah tih 4 hari aja mah lah~
Sudah saatnya menghargai keberadaan waktu yang tak mungkin bertambah dan berulang. Sudah saatnya tak membuat waktu mengeluarkan kata "menunggu". Sudah saatnya aku, aku untuk bangkit dari segala macam setan yang membelenggu. Dan beresin satu-satu.
Dimulai dari desain poster
Semangat nona!!!!
Komentar
Posting Komentar