Ya Nulis, Ya Berkembang

Pasti ada yang nanya, kenapa punya blog kenapa juga punya tumblr? hahaha itu sih aku yang nanya.

Ada beberapa alasan kenapa gak nulis di tumblr.
Yang pertama dan utama adalah ciut. Ciut, soalnya following aku tulisannya bagus-bagus. Malu kalau mau nulis isinya cuma curhat~ such hngggg, euy tih! Masalahnya adalah, tumblr itu kayak facebook. Yang kalau buka dashboard isinya adalah apa-apa yang kita tah itu tulis, gambar, suarakan, atau mungkin sekedar reblog dari yang lian, kan kalau blogger mah muncul tulisan following kitanya di bagian bawah, itu juga harus discroll dulu kalau mau liat penuh, dan tulisannya kepotong, gak full. Jadi gak terlalu ngedown huahahaha.

Asik gitu kayak gitu? Well awalnya mah yaa, tumblr cuma buat bacaeun kalau lagi buka tumblr, tanpa harus nulis. Yaa, semacam reminder juga sih. Lebih banyak yang nampar, tapi nuhun gaes nuhun~
Tapi terus kepikiran juga, kalau orang lain bisa 'nampar' sekaligus jadi reminder buat orang lain, kenapa aku enggak? 'Ya tinggal reblog' ya iya juga sih. Reblog lah solusinya.

yasudah.

Tadi rapat AMIF. Selama hampir 2 jam duduk just cengengesan, iya-iya-biar-cepet, punya jawaban atas pertanyaan tapi gak berani diungkapkan. Malu katanya. Pas sampe rumah, ternyata emang gini mindset aku selama ini. Malu untuk nyampein pendapat. Malu dibilang bodoh, padahal dengan itu bisa belajar lagi. Malu dibilang cemen, padahal dengan itu bisa jadi cemerlang. Dan malu segala macamnya. Jadi inget kata-kata teh Alif tadi pagi pas Mumas: 'Tih, udah tingkat 3 masih malu?' ewoy, besok ade lu udah 3 tih, 3!

Ya nulis. Nulisnya ya dipublish. Ya gengsi sih, tapi kapan mau berkembangnya kalau yang baca cuma kamu-kamu aja? :)

Dan pada akhirnya, manusia perlu berkembang, dan harus. Lebih baik lagi. Mencintai sesama pejuang, membiarkan orang lain ikut merasakan kenikmatan yang kita rasakan atas nikmat iman, dan belajar terus menerus. Mengambil cinta di langit, dan menebarkannya di bumi :)

Komentar