'Tih. Bantuin'
Aku selalu yakin gak ada yang kebetulan di dunia ini, hanya saja tidak disangka. Siang ini juga kelabakan buat besok rapat dan ah, tetiba di line sama mentri kayak gitu (sebenernya mantan mentri sih, tapi sorry, di hidup aku gak pernah ada kata mantan-mentri, dan kamu gak pernah turun pangkat. tetep sahabat). Lalu refleks nelepon. Yang niatnya mau nanyain buat rapat besok, selanjutnya doi malah cerita tentang kisahnya.
Terharu. Bukan sama ceritanya. Jujur, udah bosen denger cerita mas yang begitu-begitu aja, kecuali kalau cerita mas nikah dan minta aku bikinin kartu undangannya mas haha. Ternyata mas masih inget punya aku di deretan nama temennya yang harus dihubungin ketika mas lagi butuh. Besok kalau ketemu aku tonjokin deh haha. Iya mas, aku ga pernah pergi kemana-mana. Masih disini aja, di belakang kamu. Liatin kamu, kamu yang galau, kamu yang lieur revisi proposal, kamu yang duka-teuing kenapa uring-uringan. Dan selalu disini, siap denger cerita apapun, mas.
Aku selalu yakin gak ada yang kebetulan di dunia ini, hanya saja tidak disangka. Siang ini juga kelabakan buat besok rapat dan ah, tetiba di line sama mentri kayak gitu (sebenernya mantan mentri sih, tapi sorry, di hidup aku gak pernah ada kata mantan-mentri, dan kamu gak pernah turun pangkat. tetep sahabat). Lalu refleks nelepon. Yang niatnya mau nanyain buat rapat besok, selanjutnya doi malah cerita tentang kisahnya.
Terharu. Bukan sama ceritanya. Jujur, udah bosen denger cerita mas yang begitu-begitu aja, kecuali kalau cerita mas nikah dan minta aku bikinin kartu undangannya mas haha. Ternyata mas masih inget punya aku di deretan nama temennya yang harus dihubungin ketika mas lagi butuh. Besok kalau ketemu aku tonjokin deh haha. Iya mas, aku ga pernah pergi kemana-mana. Masih disini aja, di belakang kamu. Liatin kamu, kamu yang galau, kamu yang lieur revisi proposal, kamu yang duka-teuing kenapa uring-uringan. Dan selalu disini, siap denger cerita apapun, mas.
Komentar
Posting Komentar