Rumah.

Kemarin ngobrol sama teh Lani. Diakhir perjumpaan formal terakhir kita, aku dan teteh berjalan menuju kampus.

'Jadi, ratih sama ayah ibu dan orang-orang rumah kumpul pas kapan?'
'Mm, malem paling. Itu juga kalau gak pada di kamar sibuk sendiri atau udah tidur duluan. Ayah pulangnya selalu abis Isya teh, nanggung waktunya kata ayah.'
'Sabtu Minggu ratih kemana?'
'Kampus atau sekre.'
'Mm, coba atuh digilir waktunya. Misal minggu ini di kampus, minggu depan di rumah. Pasti pada kangen lah'

Alhamdulillah, hari ini dikasih waktu buat diem di rumah. Hareeng yang mungkin orang bilang ini hanya alasan. Iya, alasan buat diem di rumah. Ada momen-momen yang gak mungkin gak akan didapatkan di waktu yang lainnya. Seperti pagi ini. Aku yang sengaja diam di kamar teteh dan ngobrol 'teh ingin dipeluk', ayah yang tiba-tiba masuk kamar teteh dan ngobrol ringan, ibu yang minta 'disiaran'. Opik, sebentar lagi dia pulang. Keluarga ini memang sederhana, sederhana sekali. Tapi cintanya luarbiasa, dan itu cinta karena Allah. Aku yakin. Karena apapun yang terjadi pada kami, pasti kami akan tetap saling peduli.
Tidak kah kau rindu rumah juga? Segeralah pulang. Peluk ayah ibu, dan kenalkan kami pada mereka. :)

Komentar