Surel.

Email; electronic mail. Surel; surat elektronik.
Siapa yang surel nya cuma dipake buat notif socmed aja? Hihihi, give me five! Dulu juga aku gitu lho. Surel jarang dibuka, sekalinya dibuka, isinya bisa ribuan karena notif dari berbagai socmed masuk kesitu dan males buka juga. Buat apa juga kita buka? Kan komunikasi udah lancar lewat socmed. Unggah file udah bisa, ada fasilitas chat juga kalau mau lebih pribadi.

But it was. Yap. Dulu, sekitar jaman facebook sama twitter baru ngehits, surel aku isinya notif dari socmed semua. Males bukanya. Dan kesini-kesininya, ternyata ngirim tugas ke guru harus pake email. Ya kali kirim message FB, hm. Akhirnya bikin surel terpisah.

Terlepas dari pentingnya atau enggak punya surel untuk kirim tugas, berkirim-kirim pesan lewat surel juga menyenangkan lho. Entah lah, aku pribadi, yang jarang dapet surat dari mamang POS, liat kotak masuk di surel itu 'hehe, ada surat'. Tentunya bukan dari notif socmed atau diskon dari toko buku online atau toko online lainnya. Sifatnya satu-ke-satu. Salah satunya surat dari ayah. Padahal satu rumah, tiap hari juga ketemu, tapi ayah masih aja suka kirim surel. Isinya foto aku waktu kecil dan diakhirnya bilang 'Semoga Allah selalu melindungi keluarga kita'. Hem hem, surel tetap memberi kesan tersendiri buat aku.
Untuk surel yang isinya cuma notif dari socmed doang juga tetap berharga. Tolong jangan diabaikan begitu saja. Pernah kaduhung (menyesal) banget gak buka surel hari itu. Ternyata hari itu adalah 1 hari gratis untuk upgrade akun deviantart jadi premium, dan dibuka 2 minggu kemudian itu rasanya 'ai ratih nanaonan wae?'

Apapun itu, sekecil apapun itu, pasti ada tujuannya, ada maknanya, dan pasti berharga.
Seperti kamu. Sedikit saja buang sampah, meski cuma kamu, tetep aja, bisa jadi banjir.

Komentar