Mungkin ABC nya gak akan diupdate hari ini, karena kenyataannya pait, materinya masih sama sama yang kemarin dan aku nya juga gak kemana-mana, jadi masih disitu-situ aja wuuu.
Ada yang mau aku angkat untuk hari ini, yaitu visi.
Aku tau aku bukan capres yang harus punya visi misi dan lalu dibedah. Tapi, memangnya yang punya visi misi cuma capres cawapres aja? Iya, mereka emang calon pemimpin negara, lalu kita apa? Kita juga pemimpin, minimal memimpin diri sendiri. Aku pikir kita perlu punya visi misi, agar tujuan hidupnya jelas untuk apa dan bagaimana :)
Kayak Asiah. Sebelum aku bahas tentang visi, aku mau bahas tentang obrolan hari Jumat lalu sama Asiah di rumah. Asiah ini keren, pasalnya konsep besar kaderisasi udah dibukukan dan itu sama beliau. 'Terus aku buat apa atuh disini, kita harus punya tujuan tih, hidup teh jangan gitu-gitu aja. Dan kaderisasi, itu kan paling fatal banget yah, dan alhamdulillah aku udah bukukan, sekarang aku tenang buat ninggalin jurusan, da aku juga harus berkembang meren' Entahlah, aku pribadi merasa tertampar. Tertahan lulus hanya karena bingung bagaimana keberlanjutan hal yang dicinta tanpa aku, hah, dan lalu membuang waktu sekarang, setahun, dua tahun, sekarang sudah di tahun ke tiga dan tetap dirasa kurang. Kenapa gak gerak dengan gerakan yang signifikan? Visi misi.
Barusan baca buku ON dibagian Visi-On. Kata Kek Jamil, kita yang hidup di dunia ini harus punya visi, visi dunia visi akhirat. Harus bersamaan, visi dunia dan visi akhirat. Kenapa? Karena memang apa-apa yang ada di dunia ini adalah wadah untuk mencari bekal di akhitat. Jadikanlah visi dunia merupakan jalan visi akhirat. Karena jika visi dunia tidak mendukung visi akhirat, bekalnya akan keburu habis sebelum sampai menginjak akhirat, sebelum dunianya berakhir, kan sayang.
Sekarang, ambil pena, buku, gurat disitu, visi dunia mu, visi akhiratmu, baca setiap hari, semoga semangatnya tak pernah luntur, semoga makin hari makin ringan, semoga Allah ridha :)
Ada yang mau aku angkat untuk hari ini, yaitu visi.
Aku tau aku bukan capres yang harus punya visi misi dan lalu dibedah. Tapi, memangnya yang punya visi misi cuma capres cawapres aja? Iya, mereka emang calon pemimpin negara, lalu kita apa? Kita juga pemimpin, minimal memimpin diri sendiri. Aku pikir kita perlu punya visi misi, agar tujuan hidupnya jelas untuk apa dan bagaimana :)
Kayak Asiah. Sebelum aku bahas tentang visi, aku mau bahas tentang obrolan hari Jumat lalu sama Asiah di rumah. Asiah ini keren, pasalnya konsep besar kaderisasi udah dibukukan dan itu sama beliau. 'Terus aku buat apa atuh disini, kita harus punya tujuan tih, hidup teh jangan gitu-gitu aja. Dan kaderisasi, itu kan paling fatal banget yah, dan alhamdulillah aku udah bukukan, sekarang aku tenang buat ninggalin jurusan, da aku juga harus berkembang meren' Entahlah, aku pribadi merasa tertampar. Tertahan lulus hanya karena bingung bagaimana keberlanjutan hal yang dicinta tanpa aku, hah, dan lalu membuang waktu sekarang, setahun, dua tahun, sekarang sudah di tahun ke tiga dan tetap dirasa kurang. Kenapa gak gerak dengan gerakan yang signifikan? Visi misi.
Barusan baca buku ON dibagian Visi-On. Kata Kek Jamil, kita yang hidup di dunia ini harus punya visi, visi dunia visi akhirat. Harus bersamaan, visi dunia dan visi akhirat. Kenapa? Karena memang apa-apa yang ada di dunia ini adalah wadah untuk mencari bekal di akhitat. Jadikanlah visi dunia merupakan jalan visi akhirat. Karena jika visi dunia tidak mendukung visi akhirat, bekalnya akan keburu habis sebelum sampai menginjak akhirat, sebelum dunianya berakhir, kan sayang.
Sekarang, ambil pena, buku, gurat disitu, visi dunia mu, visi akhiratmu, baca setiap hari, semoga semangatnya tak pernah luntur, semoga makin hari makin ringan, semoga Allah ridha :)
Komentar
Posting Komentar