Sudah terbiasa diwanti-wanti pagi hari "jangan pulang malam."
Sudah terbiasa dikasih izin cuma sekali untuk buka bareng.
Sudah terbiasa dikasih sekadarnya.
Sudah terbiasa untuk jalan sendiri.
Sampai datang waktunya disilahkan untuk pulang malam, untuk buka bareng lebih dari sekali, untuk dikasih sedikit agak lebih. Tapi kadang ada yang mengganjal disini, biasanya tidak begini.
Bahkan seringnya tetap saja bilang "aku gak boleh pulang malam", "aku cuma punya ijin sekali", "yang biasa aja, gak ada lagi"
Membiasakan.
Memang perlu waktu. Ada sampai 6 tahun kemudian aku baru dapat ijin pulang malam, itu pun dengan kawal ayah di belakang, kemudian boleh ikut bukber kesemua undangan. Tapi karena memang biasa diwanti-wanti, dikasih izin limit, rasanya ada yang ganjil gitu.
Ayah, ibu keren~
Sudah terbiasa dikasih izin cuma sekali untuk buka bareng.
Sudah terbiasa dikasih sekadarnya.
Sudah terbiasa untuk jalan sendiri.
Sampai datang waktunya disilahkan untuk pulang malam, untuk buka bareng lebih dari sekali, untuk dikasih sedikit agak lebih. Tapi kadang ada yang mengganjal disini, biasanya tidak begini.
Bahkan seringnya tetap saja bilang "aku gak boleh pulang malam", "aku cuma punya ijin sekali", "yang biasa aja, gak ada lagi"
Membiasakan.
Memang perlu waktu. Ada sampai 6 tahun kemudian aku baru dapat ijin pulang malam, itu pun dengan kawal ayah di belakang, kemudian boleh ikut bukber kesemua undangan. Tapi karena memang biasa diwanti-wanti, dikasih izin limit, rasanya ada yang ganjil gitu.
Ayah, ibu keren~
Komentar
Posting Komentar