#OneWeekOneBook: Antologi Rasa

Judul: Antologi Rasa
Penulis: Ika Natassa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal: 344 halaman

"Tiga sahabat. Satu pertanyaan: What if in the person that you love, you find a best friend instead of a love?"

---

Antologi /an.to.lo.gi/ n  kumpulan karya tulis pilihan dari seorang atau beberapa orang pengarang (sumber: http://kbbi.web.id/antologi). Rasa /ra.sa/ n apa yang dialami (sumber: http://kbbi.web.id/rasa).

Buku ini berkisah tentang 3 orang sahabat dengan 3 rasa yang masing-masing punya. Antologi. Kumpulan. Crap! Kemudian, kata itulah yang akan sering kau jumpai di tokoh Keara sebagai seorang wanita unpredictable di dalam novel ini. Adalah persahabatan yang sangat erat, kemudian bisa menumbuhkan bumbu-bumbu cinta. Karena kata orang cinta datang karena biasa, pun dalam novel ini. Bukan kisah romantis yang murahan, menurutku. Novel ini punya kelasnya sendiri. Mungkin ceritanya klasik. Aku jatuh cinta padamu, kau jatuh cinta pada orang yang sudah jatuh, terhanyut pula pada lautan cinta yang lain. Bertepuk-tepuk, tapi tetap sebelah tangan.
Keara, Ruly, dan Harris. 3 tokoh utama dalam kumpulan rasa dalam Antologi Rasa nya Ika Natassa. Menjaga masing-masing perasaan, hingga akhirnya penjagaan mereka rusak sudah, di masing-masing kisahnya, tapi saling bertautan. Jatuh cinta dalam diam?

---

Pada akhirnya, aku memberanikan diri untuk membaca novel bergenre cinta semacam ini, yang kalau temanku bilang, endingnya selalu sama. Untuk yang ini aku jamin tidak. Jatuh cinta melihat cover nya. Aku memang tipikel orang yang masih 'Judge a book by its cover', seriously! Kalau liat buku, jarang banget baca biografinya, sampai pernah terjebak di sebuah buku dengan penulis dalam sebuah Jaringan Bebas begitu lah haha. Ika Natassa, pun bukan penulis yang aku kenal. Karena aku baru saja menginjak negeri buku belum genap 2 tahun setelah mengenal ijah, maka aku belum tau penulis-penulis ternama. Buku yang aku beli adalah edisi cetak 2012, dengan cover berwarna emas, bergambar jantung merah di tengahnya. Harga yang lebih murah dibanding cetakan ke 2 dan ke 3 nya.

Disamping segala yang mungkin akan membuat kamu 'menggeleng' atau bahkan menge-skip beberapa part di dalamnya, jujur saja, aku cukup banyak mendapatkan banyak pelajaran di dalamnya. Terlebih tentang rasa.

Kemana kau bawa rasa yang kau punya? Fitrah yang diberikanNya, bagaimana kau mengelolanya? Semuanya, itu kembali pada apa kamu berpijak, pada siapa kamu mengharap?

Terlebih saat membaca bagian akhir, oh baiklah. Yang kau inginkan, begitu sangat kau inginkan, meski sudah kau bungkus dengan indah, hingga bisa dibuka diwaktunya, jika bukan takdirmu, maka bukanlah.

Mencinta sewajarnya, membenci sewajarnya. Karena Allah, maha pembolak-balik hati.

Dan lagi-lagi perihal hati. Well, hati-hati ya, hati.

---

FYI, buku ini habis dalam perjalanan penuh pelajaran 3 malam 2 hari lalu Bandung-Yogyakarta. Fyuuuuh~

Komentar