Judul: Dalam Dekapan Ukhuwah
Penulis: Salim A. Fillah
Penerbit: Pro U-Media
Tebal: 472 halaman
"Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah"
---
Abang Salim, rangkaian kata indah, penuh makna, dan kena ke hati. Pas sekali. Baca buku tulisan bang Salim itu, seperti diajak tersenyum, menangis, terharu, sedih. Baiklah, mari aku bahas sedikit tentang apa yang baru saja selesai aku baca.
Dalam dekapan ukhuwah; mengambil cinta dari langit, dan menebarkannya di bumi. Ukhuwah. Perkumpulan, persaudaraan. Nyatanya, kita memang tidak pernah hidup sendiri kan? Ukhuwah. Bagaimana perjalanan ukhuwah mu, wahai ikhwah fillah? Buku ini banyak menceritakan kisah-kisah romantis kekasihNya dengan para sahabat, atau pun kisah romantis para sahabat sendiri. Ukhuwah, memang bicara tentang cinta.
Dalam dekapan ukhuwah kita bicara tentang sebening prasangka, selembut nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, sekokoh janji. Dan itulah vitamin-vitamin yang diperlukan yang harus ditumbuhkan dari diri sendiri, dalam dekapan ukhuwah.
Ada yang bilang buku ini banyak menggugahnya, membangkitkan semangatnya. Bagiku, buku ini lebih kearah memojokkan ku, menamparku, secara lembut. Tentang prasangka, nurani, semangat, berbagi, dan janji. Prasangka, yang terkadang penuh pikir kotor terhadap sesama. Nurani, kadang penuh iri dan dengki. Semangat, kadang turun dan susah bangkit kembali. Berbagi, yang dirasa berat karena selalu merasa kurang. Tentang janji, yang kadang ingkar tak terasa. Padahal, dengan siapa lagi kita berjalan di jalanNya, menegakan syariatNya, mengamalkan surat cintaNya. Kita perlu teman, dan dalam dekapan ukhuwah, kau akan menemukannya.
---
Alhamdulillah, akhirnya beres juga buku ini. Buku yang udah direkomendasikan dari jauh-jauh hari, dari semester 2 sama ijah (kalau gak salah), baru dipertemukan awal tahun kemarin, lewat bang el, tapi terus dibalikin lagi karena lama bacanya, bisi mau dibaca lagi haha. Dan akhirnya, rejeki dari Allah, Alhamdulillah, beli sendiri dan habis sekarang. Mungkin gak tepat untuk dibilang 1 minggu, nyatanya, buku ini dibaca dari sebelum KKN, dan selesai setelah KKN, kan hebat? (lho?!)
Komentar
Posting Komentar