Menjelang berakhirnya libur lebaran, itu artinya sudah memasuki masa arus-balik mudik. Sebagai anak rumahan dan orang-Bandung, alhamdulillah belum pernah ngerasain yang namanya arus-balik, selalu menikmati sepinya Bandung di era mudik dan pasulibreng nya motor di masa arus-balik. Di hari terakhir libur lebaran ini juga, akhirnya dikasih kesempatan untuk ketemu sama sahabat-sepanjang-masa-sejak-SMP
Sedih, karena tih, kenapa harus ketemu dalam keadaan berduka. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, ayah dari sahabat-sepanjang-masa-sejak-SMP baru saja meninggal dunia, tepat hari Jumat dalam minggu pertama usai lebaran. Terjangkit penyakit jantung sudah sejak bulan Februari masuk ruang ICU di salah satu rumah sakit ternama di daerah Bandung bagian barat. Semoga papa mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Lagi-lagi minta diingatkan soal umur, dan waktu. Sahabat-sepanjang-masa-sejak-SMP ini baru berkabar hari Jumat pukul 22:00, dan besoknya akan pergi ke Garut untuk menyemayamkan papa di tanah kelahirannya, jadi baru hari ini bisa ketemu.
3 tahun menghabiskan waktu hampir 5 jam setiap harinya, disambung telepon malam hari 2-3 jam, ah kamu. Dan alhamdulillah ketemu hari ini, dan, gak ada yang berubah. Bukan cuma perihal berat badan dan tinggi badan, tapi juga gaya ngomong, memori kita gak pernah kemana-mana ternyata.
"Dia jago nulis, puisinya keren. Kalau kamu kan puisinya masih ketangkep sama otak ya maksudnya apa, kalau dia mah so sweet" hehe, bahkan kamu masih inget dulu aku suka nulis puisi.
Banyak hal yang bisa bikin aku ngerasa jadi kamu.
Jauh nya rumah kita yang bahkan orang-orang susah buat diajak ke rumah kita, saking jauhnya. Tapi kamu ke rumah aku dan aku ke rumah kamu.
Nama ayah kita yang cuma beda 1 huruf.
Ke-begajulan kita haha.
Untuk yang ini, memory stay, banget.
Rasanya pingin nemenin kamu seharian, dari kemarin. Tapi kamu lebih dahsyat dari yang kita pikirin, bahkan kamu, udah bisa handling keadaan kamu sendiri.
Kamu bener, kehidupan akan terus berjalan, apapun yang terjadi. Milik Allah akan kembali ke Allah.
Semangat untuk kita, ekonomi, komputer, semuanya.
sahabat-sepanjang-masa-sejak-SMP,
ratihmerdu
Sedih, karena tih, kenapa harus ketemu dalam keadaan berduka. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un, ayah dari sahabat-sepanjang-masa-sejak-SMP baru saja meninggal dunia, tepat hari Jumat dalam minggu pertama usai lebaran. Terjangkit penyakit jantung sudah sejak bulan Februari masuk ruang ICU di salah satu rumah sakit ternama di daerah Bandung bagian barat. Semoga papa mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Lagi-lagi minta diingatkan soal umur, dan waktu. Sahabat-sepanjang-masa-sejak-SMP ini baru berkabar hari Jumat pukul 22:00, dan besoknya akan pergi ke Garut untuk menyemayamkan papa di tanah kelahirannya, jadi baru hari ini bisa ketemu.
3 tahun menghabiskan waktu hampir 5 jam setiap harinya, disambung telepon malam hari 2-3 jam, ah kamu. Dan alhamdulillah ketemu hari ini, dan, gak ada yang berubah. Bukan cuma perihal berat badan dan tinggi badan, tapi juga gaya ngomong, memori kita gak pernah kemana-mana ternyata.
"Dia jago nulis, puisinya keren. Kalau kamu kan puisinya masih ketangkep sama otak ya maksudnya apa, kalau dia mah so sweet" hehe, bahkan kamu masih inget dulu aku suka nulis puisi.
Banyak hal yang bisa bikin aku ngerasa jadi kamu.
Jauh nya rumah kita yang bahkan orang-orang susah buat diajak ke rumah kita, saking jauhnya. Tapi kamu ke rumah aku dan aku ke rumah kamu.
Nama ayah kita yang cuma beda 1 huruf.
Ke-begajulan kita haha.
Untuk yang ini, memory stay, banget.
Rasanya pingin nemenin kamu seharian, dari kemarin. Tapi kamu lebih dahsyat dari yang kita pikirin, bahkan kamu, udah bisa handling keadaan kamu sendiri.
Kamu bener, kehidupan akan terus berjalan, apapun yang terjadi. Milik Allah akan kembali ke Allah.
Semangat untuk kita, ekonomi, komputer, semuanya.
sahabat-sepanjang-masa-sejak-SMP,
ratihmerdu
Komentar
Posting Komentar