Ada

Ada yang punya cita-cita jadi guru sekolah. Tapi katanya gak pantes. Kelakuannya masih bocah, ngajarnya kayak anak TK, emosi tak terkendali.
Ada yang punya cita-cita jadi penulis. Tapi katanya gak pantes. Tulisannya gak pernah di publish, tugas artikel dibilang tulisan anak SD.
Ada yang punya cita-cita jadi desainer. Tapi katanya gak pantes. Estetikanya kurang, sense of artnya gak ada. Bahkan lukisan abstraknya aja gak lebih bagus dari lukisan matahari-gunung-sawahnya anak TK.
Ada yang punya cita-cita jadi profesor. Tapi katanya gak pantes. Nilai Kimianya gak pernah sempurna, di lab selalu sradak-sruduk. Jadi sarjana aja udah ngos-ngosan, apalagi profesor.
Ada yang punya cita-cita jadi detektif. Tapi katanya gak pantes. Nyari kunci motor aja bisa seharian, apalagi pelaku pembunuhan.
Ada yang punya cita-cita jadi programer. Tapi katanya gak pantes. 1 program baru selesai satu minggu, bisa satu bulan malah. Padahal yang lain 3 hari selesai, bahkan ada yang 1 malam. Ngetiknya belum 10jari, devicenya kueang mendukung.
Ah, siapa yang tau tentang kepantasan? Apa kabar dengan perjuangan?
Ridha Allah. Iya, ini semua tentang ridhaNya. Jika Allah ridha kau jadi guru, jadi penulis, jadi desainer, jadi profesor, jadi detektif, jadi programer, maka jadi lah. Tanpa ragu.
Maka berikhtiar lah, dan berdoa. Tugas kita hanya itu. Yang menentukan hasil segala doa dan usaha itu Allah. Makanya, usaha dan doa nya yang baik-baik, biar dapet yang terbaik.
Sih, kata aku :)

Komentar