Ditegur Lewat 'Si Aneh'

Dia berlari kecil dari ujung lorong itu. Aku takut, katanya. Entahlah, ini siang bolong, dan kelas di ujung sana ramai hiruk pikuk, apa yang kemudian membuatnya ketakutan? Aku tertawa, mungkin dia gila.

Dia berlalu melewatiku sambil komat-kamit. Sejak sebulan lalu mengenalnya, dia memang selalu aneh, paling aneh diantara kami yang lain. Dan untuk yang ini sangat aneh. Aku membiarkannya berlalu, kami sedang dalam tugas kami masing-masing. Makan siang, aku sengaj mendekatinya, kita yang sama-sama selalu membawa bekal dari rumah, membuat aku lebih dekat dengannya, walau hanya pada jam makan siang haha.

"Mengapa kau berlari ketakutan di lorong barusan?"
"Aku takut."
"Ada hantu?"
"Ah bukan, ini masalah hati. Aku takut makin goyah keteguhanku"
"Maaf?"
"Hati aku rapuh sekali. Itulah mengapa aku tak pernah membiarkan tanganku disentuh oleh siswa, bahkan rekan guru sekalipun, bahkan pak kepala sekalipun. Karena yaa, hatiku sungguh rapuh"
"Tapi kau terlihat begitu tegar dan kuat, bu"
"Sungguh kalian lah yang kuat, bisa menjaga hati sekalipun bersentuhan, sekalipun bertatapan saat berbincang. Hina memang aku, tapi sungguh aku tak bisa"

Aku tersenyum, malu. Tertampar. Kau bilang kau lemah? Itulah sebabnya kau tak pernah menyentuh lelaki, bahkan siswa, bahkan pak kepala. Lalu kau pikir aku ini si kuat, si penjaga hati. Bahkan teori menjaga hatipun aku tak paham. Setelah menjabat tangan rekan sejawat, apalagi dia, aku selalu tersipu, duh ganteng, hatiku mulai berbisik. Tuhan, Kau memang Maha Pengasih dan Penyayang, bahkan untuk aku yang seringnya mengakhirkan waktu solat, Kau tetap menegurku, meski kadang tak sadar, Kau tetap saja menegurku. Dengan indah, dan lewat cerita yang indah dari seorang kawan. Alhamdulillah.

Komentar