#OneWeekOneBook: Hujan Matahari

Judul: Hujan Matahari
Penulis: Kurniawan Gunadi
Penerbit: CantingPress
Tebal: 204 Halaman

"Selamat hujan-hujanan!"

Aku suka buku Hujan Matahari. Buku ini bukan hanya bicara cinta, meski dominan, tapi juga bicara kehidupan. Buku ini ringan, maksudku, tidak terlalu serius, tidak menjudge. Bagiku, buku ini lebih banyak mengajak para pembacanya (khususnya aku) untuk berpikir dan merenung. Memang iya, buku adalah penyampaian pandangan penulisnya. Dan keren, kalau tulisannya bisa mempengaruhi pembacanya. Ada beberapa tulisan yang membuat aku jatuh cinta hingga saat ini, itu tentang (aku lupa judulnya) hujan dan matahari. Aku sarikan ya, hujan dan matahari memang selalu dinanti, kadang juga dihujat kehadirannya, tapi ya begitulah kehidupan, kita hidup tidak semua orang menantikan kehadiran kita dengan senyum dan harap, ada juga yang menyambut kita dengan murung dan sesal, tapi itu yang membuat kita belajar. Kita hidup bukan untuk yang dibenci, tapi untuk yang dicinta. Ada pula judulnya Percaya dan Mempercayakan. Betul sekali, memang terkadang kita percaya, tapi tidak mempercayakan. Menurut sang penulis, banyak dari kita yang percaya pada Tuhan, tapi terkadang tidak mempercayakan kekuasaaanNya. Terkadang tak sabar dengan waktu, apalagi jodoh. Memburu-burukan perihal jodoh dengan mungkin pacaran, padahal ini cuma masalah waktu.

Lalu aku tersenyum kemudian, Ratih, apa kabar?

----

"Neng, lagi baca apa?"
"Ini pak, Hujan Matahari"
"Weuleuh sieun atuh?"
"Kenapa pak? Kan sinar mataharinya pak?"
"Iya, tapi kalau hujannya matahri?
"Kiamat pak?"
"Haha, duluan ya neng"

Komentar