If I Were A Boy

Dan jika begitu, kamu tidak bersyukur.

Jadilah yang terbaik dalam takdir sendiri. Tidak harus jadi laki-laki untuk tetap bisa mengingatkan sesama, untuk sama-sama berjalan bersama menggapai ridhaNya, untuk sama-sama berjuang di jalanNya. Tetap dalam orbitnya masing-masing, kita punya jarak, tapi iman yang menyatukan kita.

Ketika satu diantara mereka, teman-temanmu, mulai berjatuhan, ingatkanlah. Ingatkan dalam ucapan, ingatkan dalam doa. Karena hati hanya bisa disentuh dengan hati.

Intinya, sabar dan syukur.
Semoga kita istiqamah dan bisa kembali bertemu di surgaNya kelak. Langkah kita memang masih panjang, tapi umur, siapa yang tahu?

Komentar

  1. what, kemaren aku sempet sekelebat mikir gitu. dpm stuff da, hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya, itu juga. Yang lainnya, masih terdampar, banyak ne :(

      Hapus

Posting Komentar