Ingat. Di- -kan, me- -kan

Kenapa penyakitnya ga pernah sembuh? Kegeeran dan berharap sama orang. Padahal, kamu sendiri yang bilang, menggantungkan harapan hanya pada yang pasti, yang diyakini, Illahi Rabbi. Ah kamu. Baiklah, mungkin kemarin-kemarin kamu yang ingetin kita, sekarang biarkan kita yang ingatkan kamu terus, yah?

Jadi, tih. Kamu harus inget sama kun fa yaa kun nya Allah. Dan kamu harus inget, bahwa kita memiliki keterbatasan. Tugas kita cuma berusaha sama berdoa, kita tau apa tentang suratanNya.
Semua orang, termasuk kamu, termasuk kita, punya kepentingan masing-masing. Mungkin nama kerennya misionaris. Kamu tau kenapa kita disini? Karena kamu butuh kita, dan kita tau itu, makanya kita ingetin kamu. Kalau kita tau kamu gak butuh kita, ya kita pergi. Juga begitu kamu. Dan jangan kaget, selain pergi, orang lain bisa jadi oposisi bagian diri kamu. Mereka manusia, juga kamu.

Kamu harus tau apa yang kamu genggam, yang kamu yakini, yang kamu cari, yang kamu tuju. Itu. Dunia cukup di tangan aja, tih. Karena, Allah pemilik apa yang ada di langit dan di bumi. Mintanya sama Allah.

Dan tih, inget ya, nama ratih ada banyak, bukan kamu aja. Fokus sama jalan, lintasan, dan tujuan. Semangat tih!

Iya, terimakasih. Tau aja kalau lagi ngantuk bawaannya bobo. Ayo, ah!

Komentar