Pendidikan mahal? Jika mahal adalah masalah, harusnya gratis menjadi sebuah solusi. Tapi ternyata bukan itu.
Kurangnya tenaga pengajar? Jika kurang tenaga pengajar adalah masalah, sarjana pendidikan dan akta IV harusnya bisa menjadi sebuah solusi. Gaji besar, tunjangan sana-sini. Tapi ternyata belum tepat sasaran.
Adakah? Adakah lagi?
Sesuatu yang luput dari pandangan yang serba terbatas ini adalah, motivasi. Eh kenapa motivasi? Pertanyaan itu yang kemudian muncul ketika masuk ke obrolan bapak-bapak di sekolah.
"Karena, bapak orang kampung, di kampung bapak, yang berhasil itu mereka yang bisa bawa uang segudang. Sedang orang pendidikan? Ah, kalau gak hasil mah buat apa, kata orang-orang disana sih gitu. Tau penjual rujak di depan Unpad? Itu, di kampung rumahnya kayak istana neng. Gimana gak tergiur orang-orang disana? Anak-anaknya disuruh kerja aja jadinya. Kadang, bapak pingin buktiin kalau dengan pendidikan kita bisa segala, untuk materi? Bisa lebih malah. Cuma belum kesampean aja buat buktiin sama orang-orang di kampung"
Miris. Miris jika semua itu tersandung dengan materi yang akan didapat. Padahal, dengan ilmu, bukan hanya materi di dunia, tapi juga bekal akhirat. Bukankah ada pepatah mengatakan "tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina", tapi kenapa dirasa berat? Mungkin perlu dipahamkan sama yang sudah paham. *Ngetuk hati sendiri*
Allah, semoga Engkau kuatkan niat, ilmu, amal. Mengantarkan aku menujuMu :)
Kurangnya tenaga pengajar? Jika kurang tenaga pengajar adalah masalah, sarjana pendidikan dan akta IV harusnya bisa menjadi sebuah solusi. Gaji besar, tunjangan sana-sini. Tapi ternyata belum tepat sasaran.
Adakah? Adakah lagi?
Sesuatu yang luput dari pandangan yang serba terbatas ini adalah, motivasi. Eh kenapa motivasi? Pertanyaan itu yang kemudian muncul ketika masuk ke obrolan bapak-bapak di sekolah.
"Karena, bapak orang kampung, di kampung bapak, yang berhasil itu mereka yang bisa bawa uang segudang. Sedang orang pendidikan? Ah, kalau gak hasil mah buat apa, kata orang-orang disana sih gitu. Tau penjual rujak di depan Unpad? Itu, di kampung rumahnya kayak istana neng. Gimana gak tergiur orang-orang disana? Anak-anaknya disuruh kerja aja jadinya. Kadang, bapak pingin buktiin kalau dengan pendidikan kita bisa segala, untuk materi? Bisa lebih malah. Cuma belum kesampean aja buat buktiin sama orang-orang di kampung"
Miris. Miris jika semua itu tersandung dengan materi yang akan didapat. Padahal, dengan ilmu, bukan hanya materi di dunia, tapi juga bekal akhirat. Bukankah ada pepatah mengatakan "tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina", tapi kenapa dirasa berat? Mungkin perlu dipahamkan sama yang sudah paham. *Ngetuk hati sendiri*
Allah, semoga Engkau kuatkan niat, ilmu, amal. Mengantarkan aku menujuMu :)
Komentar
Posting Komentar