Pernah, dulu bangga. Meski terasa berat, tapi yakin bersama-sama, pasti bisa. Pernah, dulu menanti kumpulan, minimal berbagi bahagia, membiaskan duka.
Pernah, mungkin kini. Merasa tak bermakna, tak pantas disana, akhirnya mundur. Biasanya vokal, kini pasif, bahkan sampai keluar. Biasanya salam, kini menunduk, sampai menitik setetes demi setetes.
Mungkin benar, berjalan tegak itu berat. Dan tidak mungkin untuk diangkat. Maka aku sendiri yang harus berangkat. Berangkat dari jatuh, lalu merangkak, kemudian berdiri, lalu berjalan, kalau bisa berlari.
sejauh ini kah aku pergi?
Pernah, mungkin kini. Merasa tak bermakna, tak pantas disana, akhirnya mundur. Biasanya vokal, kini pasif, bahkan sampai keluar. Biasanya salam, kini menunduk, sampai menitik setetes demi setetes.
Mungkin benar, berjalan tegak itu berat. Dan tidak mungkin untuk diangkat. Maka aku sendiri yang harus berangkat. Berangkat dari jatuh, lalu merangkak, kemudian berdiri, lalu berjalan, kalau bisa berlari.
sejauh ini kah aku pergi?
Komentar
Posting Komentar