Kamar ku ricuh, ramai sekali. Suara tuts keyboard yang sibuk, dan nada chat yang tidak berhenti, karena jaman sekarang, 1 message itu gratis, jadi kirimnya satu baris satu baris haha. Iya, sibuk. Di waktu yang kurang dari 100 hari, di kesibukan yang bukan hanya itu saja, di pikiran yang terbagi ke beberapa hal, di kemampuan diri yang serba keterbatasan, di ridha Allah yang selalu dicari lewat apa saja, berharap hanya padaNya, dan kita berusaha sebisanya, maksimal, ibu menyapa dari ruang tengah yang memang sebelahan sama kamar; percakapan:

"Ngurusin apa de?"
"Anak-anak, bu"
"Tahun depan udahan yah. Ibu kangen, pingin lihat dede di rumah, jangan di luar aja atuh"
"Hehe, iya bu, insyaAllah tahun depan mah lepas, dedenya kan mau lulus"
"Iya, lulus dulu. "

Ah, ibu~ dede juga kangen bu. Ada Allah, bu.

Adalah rumah, adalah ayah, ibu, teteh, opik, kemudian yang sabarnya, mungkin gak ada di keluarga mahasiswa manapun, pulang jam 8 padahal janji pergi jam 6, yang jadi makan malemnya jam 12 aja, ditungguin.

<3

Komentar