Ideal dan kenyataan.
Di awal sekali, kami diwanti-wanti tentang ideal. Sejak awal, kami mulai membentuk, kadang tak sadar juga dibentuk, untuk kuat menjadi ideal, menjadi kontrol, menjadi penyampai, menjadi sesuatu yang ideal. Iya, pokoknya ideal.
Selanjutnya, idealnya luntur. Perlahan-lahan. Sampai di akhir, idealnya sudah habis.
Idealnya sudah habis dilucuti dengan alasan, kenyataan.
Di awal sekali, kami diwanti-wanti tentang ideal. Sejak awal, kami mulai membentuk, kadang tak sadar juga dibentuk, untuk kuat menjadi ideal, menjadi kontrol, menjadi penyampai, menjadi sesuatu yang ideal. Iya, pokoknya ideal.
Selanjutnya, idealnya luntur. Perlahan-lahan. Sampai di akhir, idealnya sudah habis.
Idealnya sudah habis dilucuti dengan alasan, kenyataan.
Komentar
Posting Komentar