#Week 3: GLOCAL: Pramuka Untuk Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan pramuka? Organisasi yang sudah sejak SD, sampai perguruan tinggi membersamai langkah-langkah para pesertanya. Dengan tingkatan yang berbeda untuk setiap rentang umur pastinya.

Beberapa orang sangat mendambakan pramuka, mungkin tidak termasuk aku, dulu. Dulu, dulu di rentang usia SMP hingga SMA, karena dulu, di usia SD ku, aku adalah salah satu partisipan-simpatisan kelompok pramuka gugus depan di sekolahku. Aku pernah ikut lomba antar sekolah, tidak pernah absen ikut kemah, di sekolah maupun di alam terbuka. Aku penghuni dunia cokelat. Dulu. Tapi semenjak SMP hingga SMA, taste untuk pramuka dalam diri aku hilang begitu saja, ya begitu saja. Jadi ya, segitu saja curhatnya hehe.

Sabtu bersama Pramuka.

Sabtu adalah hari ekskur pramuka di SMK PU Negeri Bandung. Beberapa anggota di dalamnya adalah siswa kelas 3 yang sedang sibuk prakerin, mereka selalu menyempatkan diri untuk hadir mendampingi adik-adiknya. Adalah Agustina dan Adithya yang akhirnya mau diwawancarai, mereka siswa kelas 3. Mereka mengikut pramuka secara intens baru sejak masuk SMK. Karena katanya, di SMP mereka dulu, Pramuka ini tidak terlalu di blow up oleh pihak sekolah. Dan menurut penjelasan mereka, katanya, ada beberapa sekolah yang masih menganggap bahwa pramuka itu sarat dengan perploncoan, padahal, menurut mereka lagi, pramuka jauh dari hal yang seperti itu. Dan mereka sudah 'jatuh cinta' pada pramuka. Keren.
Agus bilang, pramuka banyak mengubah hidupnya. Dari masalah waktu, sampai cara berkomunikasi. Di dalam pramuka ada yang namanya Tri Satya dan Dasadarma Pramuka. Katanya, jika saja itu diresapi, kehidupan bermasyarakat akan lebih baik dari ini. "Kan di Dasadarma sama Tri Satya ada tentang tanggung jawab, kalau semua orang sadar tentang itu, pasti gak akan deh yang KKN, jamin!" Cuma sayang, pramuka masih dianggap sebelah mata. Yaa itu, karena mereka menganggap ada kekerasan bersamanya, padahal tidak sama sekali.

Kalau boleh aku menyampaikan pendapatku, setelah mewawancarai Agus dan Adith, aku merasa masa muda ku sia-sia. Padahal kesempatan di depan mata. Ah, tapi mungkin masa muda ku dulu belum berpikiran sampai kesitu. Alhamdulillah sekarang dalam perjalan menuju situ, jadi, semoga dimudahkan jalannya.

Akhir pembicaraan kami, Agus menyanyikan lagu pramuka:

"Kami jadi pandumu"

Hidup Indonesia!

Komentar