Aku dan Jamtangan

Aku dan jamtangan. Ibarat orang minus dan kacamata. Yap. Orang minus yang aku kenal akan merasa kelabakan dan tak berarti tanpa kacamata. Misal adik aku; kalau gak bawa kacamata, jadinya gak ganteng, dan gak bisa baca. Gak berarti kan? Atau mungkin kamu? Ah kamu mah selalu berarti~ well, skip.

Aku dan jamtangan. Tanpa jamtangan, aku bisa kelabakan dan tak berarti juga mungkin. Tangan kiri ku terasa hampa. Aku mati gaya. Aku lupa waktu. Bisa jadi dari 5 agenda yang dijadwalkan, hanya 4 bahkan 3 yang terlaksana. Databg terlambat tak memberi kesan baik. Tak berarti.
Benar bila ada yang bilang aku bukan planner yang baik. Kadang beberapa rencana ku tak pernah berhasil. Bisa karena waktu. Mungkin belum waktunya.

Dan jamtangan, memberiku banyak pelajaran. Setiap detiknya adalah berarti...

Komentar