Beres baca buku Sabtu Bersama Bapak, bikin kangen yang di rumah. Emang ratih jarang pulang? Enggak, tiap hari aku pulang ke rumah kok. Tapi sampe rumah, orang-orang udah tidur, pagi-paginya orang-orang udah berangkat sementara aku lagi siap-siap buat berangkat juga. Alhasil, rindunya bertumpuk. Sampai memuncak pada Sabtu kemarin, 'De, ibu ingin dede sehari aja di rumah.' Bu, dede juga ingin...
Semenjak baca buku Sabtu Bersama Bapak, komunikasi sama ayah ibu teteh opik, jadi lebih intens. Terimakasih kepada orang-orang yang sudah memperkenalkan teknologi, sekarang komunikasi gak cuma tentang ketemu tatap muka secara langsung, tapi bisa lewat sms atau chatting. Seperti yang dilakukan akhir-akhir ini antara dede sama ayah. Sampai dede sakit hati aja, dede telegram ayah hehe. Ayah sibuk memang, lebih sibuk dari dede. Tapi dede seneng kalau ayah bales, biar sekedar 'ya sayang?', tapi ayah pasti bales.
Tak perlu Sabtu, karena setiap hari selalu bersama Ayah.
Semoga kita sampai pada waktu dan cita-cita masing-masing ya Ayah, dan berjumpa lagi di surgaNya.
Dede sayang Ayah :*
Semenjak baca buku Sabtu Bersama Bapak, komunikasi sama ayah ibu teteh opik, jadi lebih intens. Terimakasih kepada orang-orang yang sudah memperkenalkan teknologi, sekarang komunikasi gak cuma tentang ketemu tatap muka secara langsung, tapi bisa lewat sms atau chatting. Seperti yang dilakukan akhir-akhir ini antara dede sama ayah. Sampai dede sakit hati aja, dede telegram ayah hehe. Ayah sibuk memang, lebih sibuk dari dede. Tapi dede seneng kalau ayah bales, biar sekedar 'ya sayang?', tapi ayah pasti bales.
Tak perlu Sabtu, karena setiap hari selalu bersama Ayah.
Semoga kita sampai pada waktu dan cita-cita masing-masing ya Ayah, dan berjumpa lagi di surgaNya.
Dede sayang Ayah :*
Komentar
Posting Komentar