Kisah LDG

Kamu tau, 2 tahun yang lalu kita pernah bertemu. Via pesan singkat. Kau peserta, aku panitia. Sejak hari itu, seluruh peserta sudah aku anggap seperti teman. Mm, terucap banyak terimakasih untuk kalian, karena dengan kalian mendaftar, aku dapat CD Maliq dari koor sebelumnya sebagai bukti pencapaian hehe. Tapi lebih dari itu, aku sangat bangga pada mereka. Di kelas SMA nya, sudah ikut lomba. Keren.

Lalu sampailah pada hari itu, 2013 sebagai maru dan aku masih saja di BEM. Dan menemukanmu. Makhluk mungil yang ternyata kita pernah berkomunikasi sebelumnya. Seperti menemukan emas. Pernah aku ungkapkan 'inikah rasanya ketemu peserta Dinamik 8, lagi, di GIK' 

Aku tau rencana Allah memang selalu indah. Lalu aku jatuh cinta padamu. Kata orang-orang, kau mirip sepertiku. Kita mirip. Aku semakin yakin dengan kemiripan kita. Alhamdulillah, kau mulai memakai jilbab, sepertiku. Dan aku makin yakin, depkominfo mempertemukan kita. Aku bagian pengawas departemen ini. Makin yakin lagi, sekarang kau koor LDG Dinamik 10, seperti aku silam! Give me five rid!!

Ada kala aku harus mengingat hal-hal sederhana itu, membangunnya, menyatukannya, dan menjadikannya sebagai kayu yang siap dibakar jadi semangat.

Bukan, ini bukan bicara tentang Dinamik. Aku bicara tentang betapa romantisnya Allah. Menakdirkan aku dengan hal-hal luarbiasa ini. RencanaNya memang selalu indah. Selalu.

Dengan tulisan ini, aku sampaikan, teruntuk dede Rida, yang kita belum ketemu lagi sejak pertemuan di perpus kemarin, Rid, takdir mah Allah yang nentuin, peserta, juri, hadiah, final, semuanya Allah yang atur, tapi kemudian kita yang berusaha. Yah.


Komentar

Posting Komentar